KEJI: Tersangka pembunuh nenek Sumarminah (65), Solehudin alias Soleh alias Joko (33), dikawal anggota Satuan Reskrim Polresta Depok menyusuri lokasi pembuangan jasad Sumarminah di Gunung Kapur Kampung Bulak, RT01/10, Desa Leuweung kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Foto : Istimewa
yamaha-nmax
KEJI: Tersangka pembunuh nenek Sumarminah (65), Solehudin alias Soleh alias Joko (33), dikawal anggota Satuan Reskrim Polresta Depok menyusuri lokasi pembuangan jasad Sumarminah di Gunung Kapur Kampung Bulak, RT01/10, Desa Leuweung kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Foto : Istimewa

DEPOK-Ada fakta baru terkait kasus pembunuhan Sumarminah (65) alias Bu Heru yang dilakukan Solehudin (32) alias Soleh alias Joko. Sebelum tewas dibunuh, korban janjian dengan pelaku di Gunung Kapur, Cibungbulang, Bogor, untuk melakukan ritual meminta kekayaan.

Bahkan, dari pengakuan tersangka Soleh, ia sempat berhubungan badan dengan Sumarminah yang sudah lansia itu, di kawasan hutan Gunung Kapur. Korban mau digauli pelaku karena diiming-imingi sebagai syarat untuk ritual pemanggilan kekayaan atau rezeki.

“Pelaku atau tersangka mengaku sempat berhubungan badan dengan korban, sebelum menghabisinya,” kata Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara, Jumat (6/1) kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, korban dan pelaku sudah saling mengenal, sehingga janjian bertemu pada 26 Desember lalu. Sumarminah lalu diajak Joko, ke kawasan Gunung Kapur untuk melakukan ritual meminta kekayaan.

“Mereka janjian disana. Namuni akhirnya diculik oleh pelaku yang meminta tebusan, ke keluarga korban,” kata Candra. Sebelum dibunuh, korban dan tersangka sempat berhubungan intim.

Lalu tersangka membunuh korban dengan menghantamkan kayu batang pohon ke kepala bagian belakang korban sebanyak tiga kali. Setelah itu, pelaku mempereteli harta benda di tubuh Sumarminah. Termasuk kartu ATM, buku tabungan, dan telepon seluler.

“Keterangan tersangka selalu berubah-ubah sampai sekarang. Namun dipastikan mereka memang janjian untuk melakukan ritual memanggil rezeki,” katanya.

Atas perbuatannya kata Candra, Soleh dijerat tiga pasal berlapis yakni Pasal 328 KUHP tentang penyekapan, Pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaaan orang lain serta Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Apakah tersangka sudah ‎merencanakan lokasi itu untuk melakukan pembunuhan, ataukah niat itu muncul tiba-tiba pada saat di TKP, kami dalami lagi dugaan awal adanya perencanaan pembunuhan ini,” katanya.

Menurut Candra, pihaknyai juga masih mendalami motif pelaku dimana dugaan sementara pelakukan melakukan aksinya karena korban memiliki utang kepada pelaku.

Candra menuturkan, hasil otopsi jenasah Sumarminah memastikan bahwa korban tewas akibat hantaman benda tumpul berupa kayu sebanyak tiga kali di bagian kepala belakangnya.

Karenanya terjadi penyumbatan darah di otak Sumarminah yang mengakibatkan Sumarminah tewas dimana mayatnya ditemukan penyidik di Gunung Kapur, Cibungbulang, Bogor, Kamis (5/1).

“Ada tiga luka tidak beraturan di bagian kepala belakang korban. Otopsi memastikan luka itu akibat pukulan benda tumpul. Dari keterangan tersangka korban dipukul dengan batang kayu di kepala bagian belakang sebanyak tiga kali,” kata Candra.

Yang pasti kata dia, otopsi mengungkapkan korban tewas sekitar 10 sampai 12 jam setelah makan siang, karena dalam lambung tidak ada sisa makanan.

“Jadi waktu pembunuhannya masih didalami. Untuk sementara pelaku mengaku memukul korban hingga tewas di lokasi kejadian dimana jenasah ditemukan,” katanya.

Seperti diketahui Sumarminah (65) warga Bukit Cengkeh, Sukmajaya, Depok yang diduga diculik orang tak dikenal setelah meninggalkan rumahnya 26 Desember 2016 lalu, akhirnya ditemukan tewas terbunuh.

Jenasah Sumarminah ditemukan penyidik Polresta Depok di Gunung Kapur, Kampung Bulak RT 01/10, Desa Leuweung Kolot, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Kamis (5/1). Saat ditemukan sebagian jenasah dibungkus karung dan ditutupi dengan rumput.(hmi)