SUKSES: Kapolri Jendral Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan, dan Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara selepas proses pemberian penghargaan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.
yamaha-nmax
SUKSES: Kapolri Jendral Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan, dan Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara selepas proses pemberian penghargaan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

RADAR DEPOK.COM – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada anak buahnya yang terlibat dalam pengungkapan kasus perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur.

Ada 87 personel Polri yang menerima penghargaan dari Tito. Dari jumlah tersebut, 20 diantaranya merupakan jajaran Polresta Depok.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun punya alasan tersendiri sehingga memberikan penghargaan ke polisi yang ikut mengungkap kasus yang jadi menarik perhatian publik itu. Menurutnya, kasus perampokan di Pulomas yang menewaskan enam orang itu memang spesial.

“Pengungkapan Pulomas saya anggap spesial, karena pengungkapan ini di Jakarta. Begitu ada masalah, apalagi masalah itu kemudian jadi menarik perhatian publik dan media maka dengan cepat menjadi trending topic,” ucap Tito di Polda Metro Jaya, kemarin.

Mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu menambahkan, perampokan disertai pembunuhan di Pulomas bisa saja terjadi di wilayah Polda lain. Namun, katanya, perhatian publik dan media massa membuat polisi bergerak cepat mengungkap kasus itu.

Tito menambahkan, kasus model Pulomas bisa saja terjadi di wilayah lain. Namun, katanya, ada perbedaan dalam pemberitaan dan perhatian publik. “Tekanan masyarakat lebih besar, semua perhatian masyarakat melihat ke Jakarta, semua orang berkomentar. Itu dibicarakan di ruang publik, rumah, di mana-mana dari Sabang sampai Merauke,” lanjut Tito.

Dia menambahkan, anggota Polda Metro Jaya mempertaruhkan reputasinya dalam mengungkap kasus itu.

Sebab, masyarakat akan menilai Polri secara keseluruhan dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Sehingga yang terjadi inilah pertaruhan, pertaruhan nama baik, pertaruhan reputasi, pertaruhan mampu tidak polisi mengungkap,” terang Tito.

Lebih lanjut Tito mengatakan, bekerja dalam kondisi banyak tekanan seperti itu tentu tidaklah mudah. Namun dalam tempo yang sangat singkat, anggota Polda Metro Jaya beserta jajaran Polres Jakarta Timur dan Polresta Depok mampu menangkap keempat pelakunya.

“Kalau kasus terungkap sebulan kemudian ketika isunya mereda, itu akan berbeda. Tapi ketika itu diungkap dalam waktu cepat, satu hari bukan saja masyarakat puas, percaya ke polisi, tapi lebih dari itu masyarkat kagum karena Polda Metro Jaya adalah anggota yang profesional yang tidak kalah dengan kepolisian modern di negara lain,” tuturnya.

Ada 87 anggota yang mendapatkan penghargaan dari Kapolri berupa sertifikat tersebut. Di antaranya Dirkrimum Polda Metro Jaya dan Wakilnya Kombes Rudy Herianto Adi Nugroho dan AKBP Didik Sugiarto, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ari Cahya Nugraha, Kanit III Subdit Jatanras Kompol Awaludin Amin serta anggotanya.

Penghargaan juga diberikan kepada Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono dan Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta Maulana, Wakasat Reskrim Polres Jaktim serta seluruh anggotanya, juga Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan, Wakapolres Depok AKBP Candra Kumara, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho dan Wakasat Reskrim AKP Malvino Edward dan 18 anggotanya.

Sementara itu, Wakapolresta Depok, AKBP Candra Sukma Kumara mengaku sangat bangga atas penghargaan ini. Apalagi sampai Kapolri yang memberikan.

“Pastinya bangga dan senanglah. Karena kerja keras kita diapresiasi oleh pimpinan tertinggi Polri,” ucapnya kepada Radar Depok.

Ia menambahkan jika dari penghargaan ini, tentu akan memotivasi seluruh anggota Polresta Depok lainnya untuk bekerja lebih keras lagi. “Kalau bekerja dengan giat, pimpinan pasti akan memberikan reward,” tandasnya.(jun/jpnn)