Febrina/Radar Depok DIBAHAS : Walikota Depok, Mohammad Idris saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan 2017 di Balairung Dwijosewojo, Hotel Bumi Wiyata, kemarin (10/01)
yamaha-nmax

 

DIBAHAS : Walikota Depok, Mohammad Idris saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan 2017 di Balairung Dwijosewojo, Hotel Bumi Wiyata, kemarin (10/01). Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Walikota Depok, Mohammad Idris membuka sosialisasi Pembangunan Tahun 2017 di Balairung Dwijosewojo, Hotel Bumi Wiyata, Selasa (10/01). Dalam pertemuan tersebut yang dihadiri perwakilan dinas, camat, lurah dan juga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Depok ini bertujuan menyamakan pemahaman tentang proses pembangunan setahun.

“Ini merupakan hasil proses panjang perencanaan dan anggaran dari pokok pikiran warga serta top down dari provinsi maupun pusat,” ujar Idris kepada harian Radar Depok, kemarin.

Idris mengatakan, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman, serta kesatuan pikiran akan proses pembangunan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ini. Kehadiran camat dan lurah sebagai pemangku wilayah serta kepala OPD sebagai pemangku kepentingan.

Diharapkan dapat menciptakan sinergitas yang maksimal mengenai proses pembangunan di tiap wilayah. “Jangan sampai ada miskomunikasi, misal lurah atau camat tidak tahu diwilayahnya menjadi salah satu lokasi pembangunan,” jelasnya.

Pemimpin kota dengan tagline “Depok, a friendly city” ini menjelaskan, ada enam point prioritas dalam pembangunan tahun 2017. Enam point tersebut adalah pembangunan infrastruktur kota yang memfokuskan terhadap permasalahn kemacetan dan banjir, pengembangan ekonomi kraetif, peningkatan peran keluarga, pengembangan wisata berbasis potensi lokal, ketertiban dan kerawanan sosial, dan peningkatan infrastruktur untuk menunjang kota layak anak dan ramah lansia.

“Keenam hal tersebut merupakan point pembangunan kami, diharapkan dapat dijalankan dengan maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BAPPLITBANGDA) Kota Depok, Hardiono mengatakan, proses pembangunan tidak hanya berpusat kepada pembangunan fisik saja.

Namun juga pembangunan non fisik. Dalam data yang diperoleh, angka kemiskinan di Depok terjadi peningkatan menjadi 2,40 dari sebelumnya sebesar 2,32.

Hal ini menjadi pekerjaan bersama-sama bagi pemkot Depok untuk kembali menurunkan angka tersebut. Melalui program-program kewirausahaan ataupun yang lainnya yang mampu meningkat perekonomian masyrakat. “Tak hanya infrastruktur, tapi juga peningkatan perekonomian,” tutup Hardiono.(ina)