RADAR DEPOK.COM – Sejumlah partai politik (Parpol) di Kota Depok sudah mulai mempersiapkan diri untuk proses verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tujuannya, agar parpol-parpol ini bisa menjadi peserta dalam gelaran pemilu: Pileg dan Pilpres 2019.

Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati mengatakan bisa verifikasi faktual kemungkinan akan digelar awal 2018. Berarti bagi parpol, masih menyisakan waktu setahun untuk mempersiapkan diri.

“Pendaftaran parpol di KPUD Kota Depok masih mengunggu tahapan disahkanya Undang-undang Pemilu yang saat ini masih dibahas di DPR RI. Pendaftaran nanti ketika tahapan sudah disahkan,” ungkap Titik kepada Radar Depok, kemarin.

Disinggung soal persyaratan verifikasi, Titik belum bisa menjabarkan detail. Sebab itu tadi, kini prosesnya (UU Pemilu) masih dalam pembahasan. Walaupun demikian, sepertinya tidak akan terlalu jauh dari UU Pemilu yang lama.

“Untuk verifikasi faktual bagi parpol yang mengikuti Pemilu di 2019 harus sesuai peraturan yang ada. Akhir 2017 sudah mulai persiapan Pemilu 2019,” beber dia.

Sebelumnya, Ketua Partai Perindo Kota Depok, Anwar Nurdin mengatakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan partainya unutk bisa lolos verifikasi faktual KPU.

“Kami masih dalam persiapan verifikasi, Alhamdulillah sudah mencapai 100 persen,” kata Anwar.

Ia mengatakan bahwa persiapan verifikasi faktual KPU meliputi administrasi dan kelengkapan pengurusan partai. “Sudah ada semua pengurusnya dari tingkat kota itu pasti, lalu kecamatan dan kelurahan. Nanti kita lanjutkan di tingkat RW,” katanya.

Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Depok, Sasmita mengatakan bahwa sudah mempersiapkan sejak dini guna terlibat dalam verifikasi. Bahkan menghadapi Pemilu pun sudah disiapkan.

Salah satunya dengan menjaring sebanyak 44 saksi internal guna terlibat di pemilu nanti. “Insya Allah, enam atau tujuh kursi di DPRD Nasdem dapat dan tergabung menjadi satu fraksi,” kata Sasmita kepada Radar Depok, kemarin.

Adapun 44 saksi tersebut, kata dia, berasal dari luar kepengurusan struktural Partai Nasdem Kota Depok. Seluruhnya sudah mendapat pelatihan. Nantinya, saksi-saksi ini akan diplot di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Masing-masing dari 44 orang itu memberikan pengarahan ke saksi di tingkat DPRt (tingkat kelurahan). Saat ini kami dalam proses,” jelas Anggota DPRD Kota Depok Dapil Tapos-Cilodong itu. (irw)