DOK. BNN Kota Depok SIKAT HABIS NARKOBA: Jajaran BNN Kota Depok selepas membuat seminar dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di masyarakat. Acara digelar di salah satu hotel bilangan Jalan Margonda, belum lama ini.
yamaha-nmax

 

SIKAT HABIS NARKOBA: Jajaran BNN Kota Depok selepas membuat seminar dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di masyarakat. Acara digelar di salah satu hotel bilangan Jalan Margonda, belum lama ini. Foto: DOK. BNN Kota Depok For. Radar Depok

BEJI – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari mengatakan bila upaya pemberantasan narkoba memerlukan bantuan seluruh pihak. Tidak melulu oleh BNN atau kepolisian.

Bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok misalnya. Menurut Hesti, kerjasama ini (dengan disdik) sangatlah penting. Ini guna menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Mari bersama-sama memberantas narkoba. Ini demi kebaikan generasi mendatang,” ungkapnya kepada Radar Depok, kemarin.

Merujuk data hasil penelitian BNN Kota Depok dengan Puslitkes UI pada tahun 2012. Menunjukkan bahwa enam dari 100 pelajar atau mahasiswa di Kota Depok sudah menyalahgunakan narkoba.

Tiga diantaranya sudah dalam tahap teratur pakai. “Makanya kami ingin merangkul seluruh stakeholder di Depok untuk mewaspadai masalah ini,” tegas dia.

Analis Kebijakan dan Kajian Strategi SSDM Polri, Sulastiana menuturkan, dalam upaya pemberantasan narkoba, perlu ada campur tangan dari masyarakat. Bahkan masyarakat dapat libatkan secara aktif.

“Perlu adanya pelibatan lingkungan masyarakat dalam sebuah program pengembangan kapasitas, baik melalui Workshop maupun Training of Trainee (TOT),” jelasnya.

Ia pun mendorong masyarakat bisa dengan aktif memberi laporan ihwal apa saja informasi yang berkaitan dengan barang haram tersebut. Dapat melapor ke BNN atau polisi. “Mudah-mudahan mampu menjadi pelopor pegiat anti penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Semntara itu, Kasi P2M BNN Kota Depok, Sunarto menjelaskan, angka penyalahguna narkoba di Indonesia di 2015, mencapai 2,2 persen atau setara dengan 4 juta jiwa. “Makanya diperlukan kerjasama semua pihak. Baik instansi swasta, kepolisian, masyarakat, dan pemerintah tentu saja,” pungkasnya. (jun)