DIAN/RADAR DEPOK KELAS BARU: Kepala SD Muhammadiyah Meruyung Muhtadin Tyas meninjau pembangunan dua kelas, yang rencananya untuk menampung siswa yang belum mendaftarkan diri.
yamaha-nmax

 

KELAS BARU: Kepala SD Muhammadiyah Meruyung Muhtadin Tyas meninjau pembangunan dua kelas, yang rencananya untuk menampung siswa yang belum mendaftarkan diri. Foto: Dian/Radar Depok

MERUYUNG – SD Muhammadiyah Meruyung benar-benar jadi favorit di Kecamatan Limo. Baru bukan pendaftaran dua kelas yang disedikan langsung full.

Walhasil, sekolah di Jalan Meruyung Raya No3, Kelurahan Meruyung, Limo, rela membangun kembali dua ruang kelas walau dengan modal nekat, kemarin.

Kepala SD Muhammadiyah Meruyung, Muhtadin Tyas menjelaskan, baru dibuka pendaftaran awal Januari 2017, dalam sepekan bangku yang disediakan dua kelas sudah penuh.

Tingginya antusias orangtua siswa yang ingin sekolah di sini memaksakan pihak sekolah berpikir. Akhirnya, berdasarkan kesepakatan sekolah membangun dua kelas yang letaknya berada di belakang sekolah.

Tanah tersebut, kata Tyas masih milik warga. Pihak sekolah sewa kontrak dengan pemilik dengan perjanjian 10 tahun. Sudah beberapa hari pembangunan sudah dimulai, dan ditarget sebelum masuk di ajaran barau sudah rampung.

“Kami nekat membangun ini karena memang anggarannya minim. Semua kami lakukan agar siswa yang belum masuk bisa tertampung di dua kelas yang baru,” katanya kepada harian Radar Depok, saat meninjau pembangunan, kemarin.

Jika dua ruang kelas ini sudah terbangun. Artinya, sambung pria berkacamata ini sekolah sudah memiliki 18 kelas dari 22 rombongan belajar (Rombel) nantinya.

Pihak sekolah sangat bersyukur orangtua siswa masih mempercayakan SD Muhammadiyah dalam mengembangkan ilmu pendidikan.

“Tiap tahun kami sellau ada peningkatan minat yang ingin bersekolah disini,” tandasnya. (dia)