RICKY/RADAR DEPOK PROSES PRODUKSI: Salah satu pengrajin perak, Ahmad Sofyan, sedang memenuhi pesanan konsumen di workshopnya, RT02/05 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, kemarin.
yamaha-nmax

 

PROSES PRODUKSI: Salah satu pengrajin perak, Ahmad Sofyan, sedang memenuhi pesanan konsumen di workshopnya, RT02/05 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

Pengrajin Perak di Kelurahan Mekarsari (1)

Siapa bilang kerajinan perak hanya ada di Kota Gede, Yogyakarta. Di Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, masih ada delapan tempat pengrajin perak yang masih produksi hingga saat ini.

Laporan: RICKY JULIANSYAH, Radar Depok

Di dalam sebuah kamar berukuran 3×4 meter, tidak terlalu besar memang, tapi sebuah meja kerja lengkap dengan alat tera dan peralatan pendukung ditaruh di sudut dekat jendela. Mata terus tertuju dengan objek yang sedang dibuat. Nyala api dari alat solder untuk menyatukan biji-biji perak semakin menjadikan ruangan tersebut cukup panas.

Kamar yang disulap menjadi workhop kerajinan perak milik Ahmad Sofyan Di RT02/10 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis. Pria yang akrab disapa Iyan ini menjelaskan, awal mulanya kerajinan perak di Kelurahan Mekarsari ini, karena di tahun 1999 salah satu pengrajin perak asal Cianjur bernama Usu Hermawan. “Pak Usu mantan kakak ipar saya,” kata Iyan.

Dirinya masih berstatus pelajar SMP, dan diajarkan kerajinan perak di lantai dua milik kakaknya, bersama belasan anak buah dari luar Kota Depok. Saat itu, Iyan mulai belajar menekuni bidang pembuatan kerajinan perak, khususnya untuk perhiasan seperti cincin dan gelang.

Seiring berjalannya waktu, workshop yang berada di lantai dua tersebut akhirnya tidak produksi lagi dan akhirnya beberapa anak buah dari pak Usu coba berdikari dengan modal sendiri, termasuk Iyan. “Saya baru membuka usaha ini sejak dua tahun lalu,” tutur Iyan.

Ketika Iyan tengah sibuk menyempurnakan perhiasan yang dibuatnya, di sudut dekat ia duduk, sang kakak bersama konsumen melihat hasil karya yang sudah jadi, satu per satu dicoba tanpa menghiraukan suhu udara di ruangan tersebut.

Namun, Iyan bukan satu-satunya pengrajin perak di sana. Tetapi, ada beberapa pengrajin lain di wilayah kelurahan yang kini dipimpin Suryadi.

“Sepengetahuan saya ada tujuh pengrajin, di RW08 dan RW10, dulu ada yang anak buah pak Usu,” ucap kakak Iyan, Santi. (Bersambung)