BELUM BISA : Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor tidak mungkin bisa  digunakan 2017. Foto : IRWAN/ RADAR DEPOK
yamaha-nmax

 

BELUM BISA : Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor tidak mungkin bisa  digunakan 2017. Foto : IRWAN/ RADAR DEPOK

DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan bahwa di 2017 ini, tidak mungkin sampah dari Depok dapat dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor.

“Soal TPA Nambo bisa ditanyakan langsung ke Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Yang saya tahu dapat kabar saja, bahwa salah satu perusahaan yang menbangun TPA itu mengundurkan diri,” kata Idris usai melaksanakan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, belum lama ini.

Dari masalah ini, Idris mengaku jika Pemkot Depok sedang membuat formula untuk masalah sampah di Depok tetap bisa teratasi. Salah satunya melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan dalam negeri untuk mengelola sampah berbasis sistem berbasis Waste to Energi.

“Kita akan lelang perusahaan untuk  pengelolaan sampah di Depok. Untuk pembuangan sampah ke Nambo tidak mungkin di 2017. 2018 itu paling cepat,” tutur Idris.

Lebih lanjut, Alumni Pondok Modern Gontor itu mengatakan bahwa Pemkot memiliki alternatif  startegi baru dengan melakukan pengalian sumur baru di TPA Cipayung.

Akan tetapi, Idris mengakui bahwa pengalian sumur di TPA yang direncanakan akan dibangun untuk penampungan sampah tidak mudah. Ini terkait komunikasi dengan warga setempat yang selama ini menolak perluasan TPA.

“Kondisi TPA Cipayung untuk menampung sampah, umurnya tinggal 2-3 bulan,” ucap Idiris.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Slamet Riyadi menyarankan agar Pemkot Depok bekerjasama dengan pihak swasta mengenai penanganan sampah.

Melihat kini kondisi TPA Cipayung yang sudah hampir tidak bisa menampung sampah.

“Memang sudah lama digemborkan soal pengelolaan sampah dijadikan tenaga listrik dengan mesin. Tapi kan itu masih dalam kajian dan biayanya cukup mahal,” tutur Slamet.

Menurutnya bila ada kerjasama antara Pemkot dan pihak swasta mengenai itu, maka kedepan pemasokan listrik bisa melalui sampah. Bahkan, bisa mendapatkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah Kota harus berani melakukan dan mengeluarkan kebijakan. Nantinya PAD Depok akan bertambah, arahanya seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut, untuk memaksimalkan umur TPA yang diperkirakan 2-3 bulan tidak bisa menampung sampah. Maka sarannya bisa mengupakan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) yang tersebar di Kota Depok bisa dioptimalisasikan secara baik.

Selain itu juga warga saran dia harus bisa merubah mindset untuk memilah sampah di rumah. Agar sampah yang dibuang di TPA hanya residunya saja. “Yang saya lihat pengelolaan UPS di Depok tidak maksimal saat ini,” tutupnya. (irw)