IST BERMANFAAT: Laboratorium olahraga milik IKIP Mataram belum dimaksimalkan.

 

BERMANFAAT: Laboratorium olahraga milik IKIP Mataram belum dimaksimalkan. Foto: Istimewa/Radar Depok

Menengok Laboratorium Olahraga di NTB

Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram, Nusa Tenggara Barat, memiliki laboratorium olahraga. Namun, keberadaannya belum dimanfaatkan secara optimal.

 

Padahal, beberapa alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan atlet, tersedia di sana. Ketua Pengelola Laboratorium Olahraga IKIP Mataram, Dadang Marta Chandra mengatakan, alat-alat tersebut diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

”Kita memiliki alat fitnes, treadmill, hingga pengukur detak jantung,” terang Dadang. Imbuhnya, “Alat itu tidak bisa bohong. Jika kemampuan atlet itu rendah ya memang begitu kemampuannya. Kalau dipaksakan atlet bisa terkuras,” ujarnya.

Menurutnya, sport science harus diterapkan dalam setiap cabor (cabang olahraga). Untuk menjalankan itu, semua bisa dilakukan dengan alat tersebut. ”Penerapan sport science 70 persen ada di sini. Sisanya ada di lapangan,” terangnya.

Baca Juga  Katar Diharapkan Mampu Miliki Program Nyata

Dadang menerangkan, untuk mengukur kemampuan atlet harus dilakukan pada awal dan akhir. Maksudnya, di awal kemampuan masing-masing atlet sudah diketahui. Selanjutnya, atlet tersebut dibina. Setelah itu,  kemampuan atlet diukur kembali.

Jika kemampuannya menurun dari tes awal berarti kemampuan atlet itu tidak ada perkembangan. Sebaliknya, jika kemampuan atlet meningkat berarti proses pembinaannya berhasil.

Alat tersebut seperti dikatakan Dadang pernah digunakan KONI NTB semasa kepemimpinan H MNS Kasdiono. Penggunaannya itu untuk mengukur kemampuan atlet yang berlaga di PON Riau 2012.

”Saat itu KONI NTB menargetkan delapan medali emas. Ukuran delapan itu dilihat dari hasil laboratorium ini,” terangnya.

Target tersebut diukur pada tes awal. Ketika  dilakukan tes akhir, KONI NTB sudah optimis bisa memberikan lebih dari delapan emas. Pada akhirnya mereka mendapat 11 medali emas.

Baca Juga  Kepala Desa Pertama Asmawi, Lurah Kedelapan Waryono

Humas IKIP Mataram, Ismail Marzuki, menambahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI NTB seharusnya bisa menggunakan alat tersebut berdasarkan memorandum of understanding (MoU), agar pertanggungjawaban penggunaan alat tersebut jelas. Harapannya dengan kerja sama bisa memperbaiki prestasi olahraga NTB di kancah nasional. (*)