BERSIAP DEMO: MahasiswaPNJ gunakan bus untuk berdemo ke Istana Presiden, kemarin.

 

BERSIAP DEMO: MahasiswaPNJ gunakan bus untuk berdemo ke Istana Presiden, kemarin.

RADAR DEPOK.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) bergerak dalam ‘Aksi Bela Rakyat 121’ di Istana Negara, kemarin (12/1). Salah satunya ditunjukan BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Ketua BEM PNJ, Fikri Amzi menegaskan, aksinya diikuti sekitar 150 mahasiswa, kemudian berengakt menggunakan dua bus dan turut bergabung bersama mahasiswa lainnya di Istana Negara, serta gedung DPR RI.

“Tuntutannya sama, kami meminta penuranan tarif dasar listrik dan kembalikan subsidinya untuk yang menggunakan 900 VA,” kata Fikri kepada Radar Depok, saat ditemui di area kampus PNJ.

Mereka juga menyerukan sejumlah tuntutan, terkait banyaknya kebijakan pemerintah yang diangggap justru menyulitkan masyarakat. Rezim pemerintahan Jokowi dinilai semena-mena mengambil kebijakan. Karena itu, mahasiswa memutuskan untuk turun ke jalan.

Baca Juga  Crazy Rich di Mana Saja

Hal berbeda disampaikan BEM Universitas Indonesia. Ketua BEM UI, Muhammad Syaeful Mujab mengatakan, setelah berkoordinasi dengan BEM UI dan BEM se-UI dalam Chief Executive Meeting (CEM) yang diatur dalam Pasal 12 UUD IKM UI Perubahan tahun 2015 tentang penyikapan politik luar, pihaknya memutuskan tidak memobilisasi massa dalam aksi Bela Rakyat 121.

“Walau begitu, kami Mendukung aksi demo tersebut sebagai upaya yang sah dan wajar menyuarakan aspirasi sebagai warga negara. Dan tidak melarang jika ada fungsionaris BEM UI 2017 maupun mahasiswa UI yang ingin turut serta dalam aksi tersebut sebagai individu,” terang Syaeful.

Pihaknya percaya upaya melakukan Reformasi Jilid II yang digaungkan dalam aksi tersebut menimbulkan biaya politik dan ekonomi yang bisa jadi sangat besar, dan masyarakat, para pembayar pajak lah yang akan menanggung biaya tersebut.

Baca Juga  HASIL SIMULASI PENCOBLOSAN SURAT SUARA PILPRES

“Sekali lagi tanpa bermaksud mengkerdilkan masalah, kami memilih untuk menunggu bagaimana presiden mempertanggungjawabkan kebijakan pemerintah yang kurang bijak,” jelas dia.

Sementara itu Humas UI, Rifelly Dewi Astuti menambahkan, hingga kini mahasiswa UI masih libur semester. Menurut dia tidak ada larangan untuk menyuarakan aksi, tetapi BEM UI juga telah mengambil sikap dengan seruan untuk berdemo tersebut. “Ya kalau sekarang kampus masih libur,” singkat Rifelly.

Diketahui, mahasiswa menyoroti tiga kebijakan Presiden Joko Widodo yang terbit di awal tahun, yaitu kenaikan harga BBM non subsidi, pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA, dan kenaikan tarif administrasi STNK. (bry)

Lima Tuntutan BEM-SI

  1. Menolak PP Nomor 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencabut PP tersebut.
  2. Menuntut Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat
  3. Mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling “cuci tangan” dengan kebijakan yang dibuatny
  4. Menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan suatu kebijaka
  5. Menolak kenaikan tarif listrik golongan 900VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900VA.
Baca Juga  Inflasi Masih Terkendali pada Level yang Rendah dan Stabil Meski Permintaan Domestik Membaik