DICKY/RADARDEPOK SEJARAH : Gentong Belanda, merupakan salah satu peninggalan sejarah jaman penjajahan Belanda, hingga kini masih terjaga di Jalan H Sulaiman Kelurahan Bedahan, kemarin.
yamaha-nmax

Mengupas Sejarah Nama-nama Kelurahan di Depok (107)

Wilayah Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, merupakan salah satu wilayah kekuasaan perkebunan Belanda. Terbukti, tempat penampungan air atau biasa di sebut Gentong Belanda masih berdiri di wilayah Kelurahan Bedahan bagian utara.

Laporan : Dicky Agung Prihanto, Radar Depok

Kelurahan Bedahan merupakan salah satu wilayah kelurahan dari Kecamatan Sawangan. Sejarah kelurahan tersebut tidak terlepas dengan kelurahan lainnya di Kecamatan Sawangan, karena sebagian wilayah Kelurahan Bedahan masuk dalam kawasan perkebunan karet Belanda, dan sebagian lainnya adalah persawahan dan perikanan.

Duduk dikursi panjang dengan mengenakan sarung dan peci berwarna putih, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Bedahan, H Muhammad Sakim mengatakan, Kelurahan Bedahan dahulunya adalah wilayah perkebunan, persawahan, dan perikanan. Asal muasal nama Bedahan berasal dari kata bedah atau menguras.

“Karena dahulu Bedahan berupa sawah dan empang. Saat panen, banyak yang membedah sawah dan empang di daerah sini, sehingga lambat laun disebut Bedahan,” ujar Sakim sambil mengingat.

Sakim mengisahkan, dahulu wilayah Kelurahan Bedahan bagian utara masih berupa perkebunan karet dibawah pengawasan penjajah Belanda. Terbukti, masih ada peninggalan Belanda yang kini dijaga masyarakat sebagai bukti sejarah, yaitu gentong Belanda yang berada di Jalan H Sulaiman, tidak jauh dari batu Tugu Sawangan yang merupakan bukti sejarah perlawanan masyarakat Kecamatan Sawangan.

Usai masa penjajahan Belanda, lanjut pria beranak sembilan lahan perkembunan karet yang dahulunya di kuasai Belanda. Pada 1967 lahan tersebut diberikan kepada penggarap dengan diterbitkan SK Kinag dari Provinsi Jawa Barat.

Banyak masyarakat Bedahan dan wilayah Sawangan yang memanfaatkan lahan garapan tersebut, karena dahulunya perkebunan karet sampai ke wilayah Bedahan barat yang kini telah menjadi perumahan. “Setelah diberikan SK Kinag, sebagian masyarakat merubah lahan perkebunan karet menjadi pertanian,” terang Sakim.

Sakim menuturkan, areal perkebunan karet yang banyak menyimpan sejarah perjuangan masyarakat Kecamatan Sawangan, khususnya Belanda sebagian telah berubah menjadi permukiman, dan sisanya adalah persawahan. Guna tidak melupakan sejarah, dia meminta kepada generasi muda maupun tokoh masyarakat lainnya, guna tidak menghilangkan gentong Belanda sebagai bukti sejarah.

“Jangan menghilangkan gentong Belanda yang menjadi bukti sejarah perjuangan masyarakat melawan penjajahan Belanda,” ucap pria bercucu sepuluh. (bersambung)