SMKN 4 FOR RADAR DEPOK LATIHAN BARENG: Taruna SMKN 4 Depok saat berada di Pusdik Penerbad, Semarang, dalam kegiatan LDK Nasional SMK Penerbangan Indonesia.
yamaha-nmax

 

LATIHAN BARENG: Taruna SMKN 4 Depok saat berada di Pusdik Penerbad, Semarang, dalam kegiatan LDK Nasional SMK Penerbangan Indonesia. Foto: SMKN 4 For Radar Depok

55 Taruna Depok Terlibat di LDK Nasional

Dari tanggal 18 hingga 21 Januari 2017, 55 siswa/taruna SMKN 4 Depok ikut serta dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Nasional SMK Penerbangan Indonesia. Dalam kegiatan yang diadakan di Pusdik Penerbad, Semarang tersebut, diikuti 400 taruna dari 20 SMK Penerbangan yang ada di seluruh Indonesia.

Laporan: PEBRI MULYA, Radar Depok

Kepala SMKN 4 Depok, Samsuri Ansan mengatakan, 55 taruna yang ikut tersebut adalah siswa kelas X dan XI. Ini adalah pertama kalinya SMKN 4 Depok ikut dalam kegiatan berskala nasional tersebut. Meskipun SMKN 4 Depok, berstatus sebagai salah satu dari dua SMK Penerbangan yang baru berdiri di Indonesia.

“Sebelumnya di SMKN 4 Depok juga diadakan penyeleksian untuk taruna yang ikut dalam kegiatan LDK Nasional. Dimana, melihat kecakapan fisik dan tentu saja persetujuan dari orang tuanya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Asnan menjelaskan, kegiatan tersebut, selain untuk ajang silaturahmi sesama taruna, juga untuk menyamakan visi dan misi taruna. Bahkan, lantaran dilatih oleh tentara, maka juga untuk menyamakan tentang penerapan disiplin taruna. Bahkan, dalam kesempatan tersebut, ada juga pembentukan Ikatan Korps Taruna SMK Penerbangan Indonesia. Dimana, ada tiga taruna dari SMKN 4 Depok yang menjadi anggotanya.

“Siswa juga menjadi lebih luas jaringannya. Karena, mereka jadi kenal taruna-taruna dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMKN 4 Depok, Mustakim Nuruliman mengatakan, dalam LDK Nasioanal tersebut, dirinya tidak hanya sekedar mental saja yang dikuatkan, tetapi fisik juga ditempa.

Tetapi, tentu saja ada beberapa pembelajaran dari semua itu, dimana yang paling utama adalah kekompakan dan kerjasama. Seperti saat melewati saluran air yang kotor. Jika tidak bisa melewatinya secara bersama-sama, makan akan diulang. Ada juga pemberian materi, tentang kepemimpinan dari pelatihnya.

“Diajarkan untuk selalu bersama-sama, tidak boleh ada teman yang ditinggalkan. Benar-benar mendapatkan pendidikan mental yang kuat, dan bisa memperbanyak teman,” terangnya. (*)