yamaha-nmax

POTENSI JADI WISATA ALAM : Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Ketua KONI Depok, Amri Yusra saat menaiki perahu di Situ Rawa Besar Kampung Lio.irwan/radardepok

DEPOK – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Komisi B DPRD Kota Depok terkait potensi pariwisata alam sudah disetujui oleh Pemkot Depok dan DPRD Kota Depok. Namun sampai kini belum dapat direalisasikan, karena belum berbentuk Perda.

Kini Raperda tersebut masih dalam pembahasan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tentang isi Raperda, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Mohammad HB mengatajan jika di 2017, pihaknya berupaya memprioritaskan situ untuk kemajuan bidang wisata di Kota Sejuta Maulid ini.

“Salah satu isinya (Raperda) ialah menjadikan situ sebagai lokasi wisata,” ungkapnya kepada Radar Depok, kemarin.

Sebetulnya, kata dia, tidak hanya situ. Banyak lokasi lain yang dapat diberdayakan. Antara lain, Taman Hutan Raya (Tahura), kebun belimbing, Sungai Ciliwung dan pesanggaran, bahkan budi daya ikan hias Bojongsari dapat menjadi lahan potensial bagi pemasukan kas daerah.

“Intinya Perda ini melindungi dan memanfaatkan potensi alam yangada di Depok,” papar dia.

Lebih lanjut, Politisi Gerindra ini menuturkan, kini dirinya bersama jajaran Komisi B lainnya sedang mengkaji rencangan induk konsep pariwisata Depok. Ini sebagai pelengkap keberadaan Raperda.

“Pariwisata alam akan menjadi fokus untuk pengembangan industri wisata alam,” kata HB.

Wakil rakyat dari dapil Limo-Cinere-Beji itu menambahkan, tahun ini akan ada kajian studi kelayakan untuk pengembangan potensi wisata alam situ.

Beberapa situ sudah dibidik untuk menjadi kawasan wisata alam, seperti Situ Cilodong di Kelurahan Kalibaru dan Situ Rawa Besar di Kelurahan Depok.

“Tahap awal konsep makro pengembangan wisata di Depok, akan fokus untuk pengelolaan situ. Soalnya, pengembangan wisata alam situ, sekaligus untuk upaya konservasi lahan situ yang sudah kritis,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa Depok mempunyai 28 situ. Tapi sekarang tersisa 24 situ.

“Situ sudah menyusut, banyak sampah dan mengalami pendangkalan, bahkan yang empat sudah menjadi permukiman,” ungkapnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Depok, Endah Winarti mengatakan bahwa situ-situ yang ada di Depok memang berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata di Depok.

“Bila itu dikembangkan secara baik dan benar, akan menjadi tempat wisata. Termasuk dapat menjaga keutuhan situ. Bahkan situ juga berguna membantu ke hidupan masyarakat,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Pengcab Dayung Kota Depok, Sariyo Sabani menilai, Depok yang kaya dengan situ, bisa menjadi sarana yang baik membangun olahraga air ini.

“Potensi alam di Depok sangat kaya. Situ misalnya. Dapat dijadikan sarana yang baik mendongkrak olahraga dayung,” ungkapnya.

Situ Rawa Besar, kata dia, dapat menjadi destinasi potensial. Situ yang berada di Kecamatan Pancoranmas ini memiliki kedalaman yang pas buat dayung.

“Jika dipakai untuk dayung, saya yakin juga bisa mendorong situ menjadi objek wisata. Contohnya sewaktu digelar Festival Perahu Naga beberapa waktu lalu. Begiti diminati masyarakat kan,” tambah mantan Kasatpol PP Kota Depok itu. (irw)