Foto: Dicky/Radar Depok GEBRAKAN : Kepala BNN Kota Depok, Hesti Cahyasari (dua kanan) tengah memberikan pengarahan di Klinik Pratama BNN Kota Depok, kemarin.
yamaha-nmax

 

GEBRAKAN : Kepala BNN Kota Depok, Hesti Cahyasari (dua kanan) tengah memberikan pengarahan di Klinik Pratama BNN Kota Depok, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pengguna narkoba di Kota Depok semakin tak terbentung. Terbukti, sepanjang 2016 Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok merehabilitasi 44 pecandu dari semua kalangan. Tingginya angka tersebut membuat BNN memberikan pelayanan rehabilitasi kepada pengguna maupun pecandu narkoba, guna terbebas dari lingkaran barang haram.

Kasi Rehabilitasi BNN Kota Depok, Engkos Kosidin mengatakan, ada dua penyebab pengguna narkoba melaksanakan rehabilitasi yakni dengan kesadaran sendiri, dan direhab dengan tetap menjalani proses hukum. Pada 2016, BNN Kota Depok telah memberikan rehabilitasi 44 pengguna narkoba di Kota Depok.

“Umumnya mereka merupakan pengguna narkoba dikalangan remaja,” ujar Engkos kepada Radar Depok, kemarin.

Engkos menjelaskan, dari 44 pengguna yang direhab, 18 pengguna mengajukan diri mereka dengan didampingi keluarga maupun datang dengan sendirinya, dan 26 pengguna merupakan hasil penangkapan pihak berwajib. Dia mengakui, BNN Kota Depok belum memiliki Intruksi Penerima Wajib Lapor (IPWL) guna merehabilitasi.

Namun, pihaknya akan berusaha memfaslitiasi pengguna narkoba yang mengajukan rehablitasi dengan bekerja sama dengan RSKO Jakarta Timur, RS Marzuki Mahdi, PRSKN Galih pakuan Putat Nutug Bogor, dan IPWL Puskesmas Sukmajaya.

Kepala BNN Kota Depok, Hesti Cahyasari mengungkapkan, BNN Kota Depok telah memiliki klinik Pratama yang nantinya akan menjadi tempat rehabilitasi pengguna narkoba.

Saat ini, klinik Pratama telah memiliki izin dalam membantu rehabilitasi pengguna narkoba, guna menjadi IPWL Klinik Pratama tinggal menunggu surat keputusan dari Kementerian Kesehatan.

“Kami tinggal selangkah lagi guna menjadikan Klinik Pratama menjadi IPWL,” ujar Hesti.

Hesti menuturkan, di Kota Depok hanya ada satu klinik yang memiliki IPWL yaitu Puskesmas Sukmajaya. Dia menilai, akan berusaha mendorong dan terus mensosilisasikan bagi pengguna narkoba guna melaksanakan rehabilitasi.

Hesti menyakini, apabila di Kota Depok memiliki banyak IPWL dan dapat mendorong pengguna melaksanakan rehabilitasi, bukan tidak mungkin dapat mempersempit peredaran narkoba di Kota Depok.

“Kami akan berupaya keras melaksanakan tugas BNN dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkoba, sehingga Depok dapat terbebas dari Narkoba,” ucap Hesti. (dic)