TEGAS: Petugas Satpol PP Kota Depok memberikan Surat Peringatan Kedua (SP-2) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di bawah Fly Over Arif Rahman Hakim, Rabu (4/1). Foto : DICKY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

 

TEGAS: Petugas Satpol PP Kota Depok memberikan Surat Peringatan Kedua (SP-2) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di bawah Fly Over Arif Rahman Hakim, Rabu (4/1). Foto : DICKY/RADAR DEPOK

DEPOK – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bawah jembatan Fly Over Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, mendapat Surat Peringatan kedua (SP-2) dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.

Peringatan yang sama juga didapat PKL Jalan Raya Ciputat-Parung. Para PKL tersebut melanggar Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Surat peringatan (yang diberikan) supaya mereka tidak berjualan lagi di area yang memang dilarang,” kata Kasatpol PP Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin, kepada Radar Depok, kemarin.

Dudi mengatakan, sebelum melaksanakan pembinaan dan penertiban, Satpol PP terlebih dulu memberikan SP pertama selama 10 hari kerja, SP dua selama tujuh hari kerja, dan SP tiga selama tiga hari kerja.

Sedangkan pada SP keempat, sambungnya, dalam isi surat tersebut dijelaskan tentang waktu penertiban yang dilaksanakan. Setelah pemberian SP, beberapa pedagang terlihat telah membongkar tempat usaha mereka yang melanggar perda.

“Kami ingin PKL menyadari kesalahan mereka terhadap Perda Kota Depok. Sehingga membongkar sendiri sebelum Satpol PP melaksanakan penertiban,” katanya.

Salah seorang warga Kelurahan Kemirimuka, Abdul Gofur, mengatakan, keberadaan PKL di bawah fly over memang sedikit mengganggu pengguna jalan.

“Tapi seharusnya pemerintah menyediakan tempat yang murah buat mereka. Contohnya mendorong mereka masuk ke lingkungan Pasar Kemirimuka,” kata Gofur.

Setelah nantinya tidak ada lagi pedagang, Gofur berharap bawah Fly Over Arif Rahman Hakim dapat dijadikan akses jalan angkutan umum.

“Harus ada langkah konkret dari Pemkot Depok habis penertiban. Jangan dibiarin begitu saja, karena nanti bakalan ditempati pedagang lagi,” kata Gofur. (dic)