JUNIOR/RADAR DEPOK UNGKAP KASUS: Kasat Res Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis didampingi Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus dan Wakasat Res Narkoba, AKP Rossa saat menggelar ekspos hasil pengungkapan narkoba sampai pertengahan Januari, di Mapolresta Depok, kemarin.
yamaha-nmax

 

UNGKAP KASUS: Kasat Res Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis didampingi Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus dan Wakasat Res Narkoba, AKP Rossa saat menggelar ekspos hasil pengungkapan narkoba sampai pertengahan Januari, di Mapolresta Depok, kemarin. Foto: Junior/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Banyak cara yang dilakukan para pengedar narkoba untuk mengelabui petugas. Tujuannya cuma satu. Tentu agar barang haram miliknya tak terendus. Hal inilah yang coba dilakukan dua orang mahasiswa ini. RR (19) dan GI (19).

Dua sekawan ini tertangkap tangan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jalan Raya Kartini, Kelurahan Depok, Pancoranmas, awal Januari lalu.

Mereka kedapatan mengantongi ganja. Mereka mengaku baru beli dari seorang bandar. Nah sebagai langkah kamuflase, ganja-ganja tersebut disimpan ke dalam lima sachet bungkus kopi.

“Lebih dulu kami intai yang bersangkutan. Setelah dirasa memungkinkan, anggota langsung bergerak. Barang bukti (ganja) oun kami peroleh,” ungkap Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis kepada Radar Depok di Mapolresta Depok, kemarin.

Putu menambahkan, ihwal pasokan ganja, keduanya mengaku dapat dari seorang bandar di Jakarta. Mereka bertutur bila menjual ganja lantaran ingin memnbayar biaya kuliah. “Kasusnya masih dalam pengembangan kami,” jelas Putu didamping Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus.

Sementara itu, RR mengaku bila ganja tersebut ia beli untuk konsumsi pribadi. “Saya memang suka saja,” singkatnya. Ia tak lagi mau menjawab pertanayaan awak wartawan.

Diluar itu, Putu menambahkan bila sampai pertengahan Januari ini, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 21 kasus narkoba dengan total 27 tersangka.

“Kami menyita sebanyak 3,39 gram ganja dan 18,92 gram sabu-sabu. Total harga mencapai Rp30 juta,” ujarnya.

Merujuk barang bukti yang disita, Putu menaksir bila polisi mampu menyelamat sebanyak 100 orang dari peredaran narkoba. Di Depok sendiri ada tiga lokasi yang dianggap rawan, yakni Beji, Cimanggis, dan Pancoranmas.

“Para pelaku kami jerat pasal 114 ayat (1) Sub pasal 111 ayat (1) Sub pasal 112 ayat (1) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya kurungan penjara diatas 10 tahun,” pungkasnya. (jun)