ADE/RADAR DEPOK TURUN: Camat Cilodong, Mulyadi (kiri) ditemani ketua RT dan RW meninjau lokasi pengurukan lahan di lingkungan RT02/01, Kelurahan Jatimulya yang belum berizin.
yamaha-nmax

 

TURUN: Camat Cilodong, Mulyadi (kiri) ditemani ketua RT dan RW meninjau lokasi pengurukan lahan di lingkungan RT02/01, Kelurahan Jatimulya yang belum berizin. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Menanggapi persoalan banyaknya pertanyaan tentang izin pengurukan lahan di lingkungan RT02/01, Kelurahan Jatimulya, Camat Cilodong, Mulyadi, kemarin mendatangi lokasi pengurukan.

Didampingi ketua RT dan RW setempat, Mulyadi meninjau lokasi lahan seluas kurang lebih 1 hektar tersebut.

Mulyadi menyayangkan tindakan pemilik lahan yang tidak menempuh izin sebelum melakukan pengurukan. “Saya arahkan ketua RT dan RW agar mengimbau pemilik lahan untuk segera mengurus izin,” ujar Mulyadi.

Meski tanah urukan tersebut merupakan sumbangan, kata Mulyadi, tetapi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan lahan tersebut tidak boleh dibangun, maka harus dipatuhi.

“Jika izinnya diurus di awal, kan tidak mubazir dan tidak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat juga. Khawatirnya dia sudah bangun, ternyata izin tidak terbit,” kata Mulyadi.

Dari penuturan Ketua RT02/01, Riman, lahan tersebut telah dihibahkan dari seorang tuan tanah kepada Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, yang merupakan pimpinan Majelis Nurul Musthofa. “Rencananya memang akan dibangun pesantren dan masjid,” kata Riman.

Sedangkan Ketua RW01, Sapri, membenarkan jika pemilik lahan belum mengurus izin tapi sudah mendapat sumbangan puing sebanyak 70 tronton. “Kalau kata pemiliknya sih sembari mengurus izin,” kata Sapri. (ade)