Foto: Junior/Radar Depok TES: Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari saat melakukan tes urine bagi para pegawaianya di BNN Kota Depok, kemarin.
yamaha-nmax

 

TES: Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari saat melakukan tes urine bagi para pegawaianya di BNN Kota Depok, kemarin. Foto: Junior/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok memiliki visi berat di 2017. Mereka ingin mencanangkan Depok sebagai kota anti narkoba. Sangat berat memang, namun Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari mengaku optimis bisa terealisasi. Asalkan, BNN mendapat dukungan dari seluruh pihak.

“Saya sudah mendapat dukungan dari Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota Depok. Dari rekan-rekan dewan (DPRD Kota Depok) juga. Kami ingin menciptakan Depok kota anti narkoba,” ujarnya kepada Radar Depok disela tes urine jajaran BNN Kota Depok, kemarin.

Adapun upaya yang akan mulai digalakan, kata dia, ialah dengan menyentuh sekolah-sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini sebagai bentuk pencegahan. Anak-anak murid ini sejak dini mulai diberi pemahaman tentang bahaya narkoba.

“Sehingga saat beranjak remaja, mereka tak akan mau mencoba barang haram ini,” beber dia.

Dikatakannya, langkah ini merupakan program jangka panjang. Jadi tidak bisa dinikmati dalam waktu dekat. Intinya, BNN ingin menciptakan semacam imun anti narkoba kepada generasi muda di Depok.

“Di BNN, kami juga memiliki empat pilar program utama. Itu tadi, guna mewujudkan Depok kota anti narkoba. Antara lain, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan,” tegas dia.

Disinggung ihwal tes urine yang dilakukan. Hesti bertutur bila kegiatan ini dilakuakn secara mendadak. Ada 34 pegawai yang dites. Hasilnya pun negatif narkoba. “Kami lakukan (tes urine) usai rapat secara dadakan. Setelah dites di lab, hasilnya urine anggota negatif alias murni tidak ada pengguna,” ujarnya.

Hesti bertutur, tes urine dilakukan untuk menunjukan BNN juga bersih narkoba.

“Kalau mau berantas narkoba, tentunya kami juga harus bersih juga dong. Kami juga mewacanakan tes urine untuk instansi pemerintah di Depok,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariono mengatakan, sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. BNN boleh meminta kepada semua lembaga untuk tes urine bagi semua ASN dan aparatur penyenggara negara. DPRD sebagai salah satu lembaga penyelenggara negara harus mendukung kerja BNN, termasuk untuk pemeriksaan urine bagi anggotanya.

”DPRD harus siap dan harus memberi contoh kepada semua aparatur pemerintah dan kepada semua masyarakat,” terang politi PKS ini.

Senada diutarakan Wakil Ketua DPRD Depok lainnya, Igun Sumarno. Ia  mempersilahkan jika ada aturan yang mengharuskan (tes urine). “Kalau saya silahkan-silahkan saja kalau memang itu ada aturan yang mengharuskan anggota dewan di tes urine,” pungkasnya. (jun)