Foto: Radarr Bogor For Radar Depok KOMPETISI: Presiden Joko Widodo ikut kompetisi Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, di Lapangan Wira Yudha, Pusdikzi TNI AD, Kota Bogor.
yamaha-nmax

 

KOMPETISI: Presiden Joko Widodo ikut kompetisi Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, di Lapangan Wira Yudha, Pusdikzi TNI AD, Kota Bogor. Foto: Radarr Bogor For Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menempati posisi ke-21 dengan mengantongi skor 107 dalam kompetisi Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, di Lapangan Wira Yudha, Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) TNI AD, Kota Bogor, Minggu (22/01).

Di kejuaraan ini Jokowi turun di kelas eksekutif nasional 20 meter dengan 27 peserta dari seluruh Indonesia, dan berhasil mengalahkan sejumlah pejabat Kementerian, Kota dan Kabupaten.

Jokowi hadir di lapangan Wira Yudha, sekitar pukul 09.00 WIB. Mengenakan jaket bomber hitam, celana hitam, dan sepatu putih, presiden langsung melakukan pemanasan busur panah yang telah disiapkan panitia. Ini adalah kali pertama Jokowi mengikuti ajang kejuaraan panahan.

Meski begitu, terdengar bisik-bisik para peserta yang menyebut cara memanah mantan Gubernur DKI Jakarta itu cukup baik. Dari dua kali percobaan dengan enam anak panah, bisa dibilang cukup bagus. Pada sesi pertama, anak panah Jokowi langsung mengenai target sasaran yang berada di titik kuning. Tembakan kedua, tepat mengenai kotak biru, bagian terluar dari target utama.

Sesi berikutnya, lesatan anak panah orang nomor satu di Indonesia itu dua kali tepat sasaran. Ketepatan bidikan Jokowi pun mendapat sambutan tepuk tangan dari peserta lain dan penonton yang hadir.

“Saya harus betul-betul fokus dan konsentrasi saat membidikan anak panah agar tepat sasaran. Nilai saya 107, lebih dari 100 loh. Tadi kena lambang X-nya yang warna kuning di tengah,” ucap Jokowi kepada pewarta.

Namun demikian, Jokowi mengaku sudah berlatih memanah selama delapan bulan sebelum mengikuti kejuaraan tersebut. “Hampir tujuh-delapan bulan ini latihan terus tiap Sabtu dan Minggu. Sebelum mulai latihan, saya lari dulu enam-tujuh kilometer,” kata Jokowi.

Hasilnya pun cukup baik. Presiden Jokowi mampu mengungguli keahlian memanah Menteri Olahraga Imam Nahrawi. Imam hanya mampu meraih skor 100. Jokowi juga unggul dari sejumlah pejabat daerah di Bogor. Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat misalnya. Ade hanya mampu mengumpulkan skor 97.

Perkembangan kemampuan memanah Jokowi tak datang begitu saja. Ada tangan dingin seorang pelatih di baliknya. Dia tak lain Rizal Barnardi, Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bogor.

Rizal mengaku tak kesulitan melatih sang Presiden. Jokowi, menuturnya, cepat menguasai teknis memanah dengan benar. Meski diakui pria yang aktif di Pajajaran Archery Club Kota Bogor ini, awalnya canggung saat pertama kali melatih Kepala Negara.

“Saya ajarkan dari dasar dulu, dan beliau cepat belajar. Kesulitan sebenarnya ada di saya. Bagaimana harus menempatkan diri,” aku Ketua Pelaksana Bogor Open Archery Championship (BOAC) 2017 itu.

Rizal mengaku bersyukur atas susksesnya serta tingginya apresiasi masyarakat. Karenanya ia berencana rutin menggelar acara serupa dengan terus melakukan perbaikan di sana-sini. “Ini akan kami bicarakan lebih lanjut agar kejuaraan ini bisa rutin kita laksanakan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin, mengatakan BOAC 2017 dapat menjadi ajang menjaring bibit atlet berbakat. Terlebih atlet Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat, terbukti mampu meraih juara umum di PON Jabar. BOAC 2017 diharapkan semakin menumbuhkan minat memanah kaum muda di Kota Hujan.

“Jawa Barat masih menjadi unggulan untuk memanah. Kita harapkan ajang seperti ini bisa lebih mengembangkan olahraga memanah di Kota Bogor,” kata dia. (jpg)