RICKY/RADAR DEPOK MUSYAWARAH: Lurah, LPM dan Babinsa Kelurahan Cilangkap mempersiapkan Musrenbang 2017 di kantor kelurahan setempat, kemarin.
yamaha-nmax

 

MUSYAWARAH: Lurah, LPM dan Babinsa Kelurahan Cilangkap mempersiapkan Musrenbang 2017 di kantor kelurahan setempat, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Aparatur pemerintahan, LPM Kelurahan Cilangkap, Tapos, dan panitia sepakat ingin menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2017 yang berbeda dari sebelumnya. Namun, tetap mengedepankan kualitas usulan.

Musrenbang yang mengusung tema “Melalui musrenbang kita tingkatkan Pembangunan Kelurahan Cilangkap menuju Masyarakat Sejahtera dan Unggul”, akan dilaksanakan 21 Januari mendatang di aula kantor kelurahan setempat.

“Musrenbang kali ini akan tampil beda, mulai dari undangan resmi yang berwarna, ada tretmen yang beda dalam momentum Musrenbang,” ucap Humas Panitia Musrenbang, Alif Hidayat usai rapat persiapan.

Tujuannya, lanjut Alif yang saat itu didampingi Ketua Panitia Musrenbang 2017 Jaenudin, agar saat sebelum dan pelaksanaan hajat tahunan tersevut ada semangat baru untuk memajukan Kelurahan Cilangkap. “Insya Allah akan dilaksanakan 21 Januari,” tutur Alif.

Ketua LPM Kelurahan Cilangkap, Taufik Julpikar menambahkan, aparatur kelurahan, LPM dan panitia akan melakukan roadshow ke tiap RW untuk mensosialisasikan Musrenbang dan menyerahkan blanko usulan ke tiap RW. Di Cilangkap sendiri setidaknya ada 22 RW dengan 111 RT.

“Dalam roadshow tersebut sekaligus menyampaikan Juklak Juknis Musrenbang 2017. Insya Allah kami akan mulai Jumat (13/1),” kata Taufik.

Dia menambahkan, saat ini Cilangkap tengah fokus pada peningkatan dan pembangunan drainase di tiap wilayah. Kemudian, yang tidak kalah penting adalah rehab total kantor kelurahan.

“Ini untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Nantinya kalau sudah terbangun, lantai bawah untuk pelayanan, lantai atas untuk sekretariat,” tandasnya.

Lurah Cilangkap, Suaibun sepakat dengan LPM, sebab dirinya menginginkan adanya standarisasi gedung kelurahan di Kota Depok, dimana saat ini masih berbeda-beda.

“Konsep kami saat ini setiap ruangan ada pelayanan. Kedepannya pelayanan di satu ruangan. Tujuannya untuk menghindari KKN dapat tercapai. Saya pun sangat berharap kantor kelurahan direhab,” kata Suaibun. (cky)