yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Salah satu guru di SMA Negeri 13 Kota Depok, Andika Ramadan Febriansah dikabarkan telah dipecat pihak sekolah. Alasan pemecatan guru sejarah ini, diduga terkait tulisannya di media sosial mengenai maraknya pungutan liar di sekolah tersebut.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah menegaskan, Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik sedang menangani informasi ini. Siti menegaskan, pihak yang bersangkutan seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah kurikulum, perwakilan siswa, hingga guru yang bersangkutan akan dimintai keterangan.

“Disdik hanya membantu untuk meminta keterangan. Nanti hasilnya akan dikoordinasikan dengan UPT Disdik Provinsi Wilayah I. Karena SMA sudah alih kelola ke provinsi,” ungkap Siti kepada Radar Depok, kemarin (10/1).

Siti menyebutkan, berdasarkan laporan kepsek, guru yang dimaksud bukanlah dipecat melainkan dialihkan ke bagian administrasi menangani perpustakaan. Tujuannya, memberikan kesempatan kepada guru bersangkutan untuk menyelesaikan skripsinya.

“Guru harus mempunyai dan paham kompetensi kepribadian sosial. Kami imbau, pendidik maupun tenaga kependidikan gunakanlah medsos untuk hal-hal positif dan bermanfaat. Pertimbangkan baik-baik ketika akan membuat status, terutama dampaknya,” tegas mantan Kepala Kantor Perpustakaan Kota Depok ini.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 13 Kota Depok, Mamad Mahpudin membantah adanya pemecatan guru Andika. “Tidak ada pemecatan Andika, boleh tanya yang bersangkutan dan kalau ada pemecatan, coba minta surat pemecatan ke yang bersangkutan,” kata Mamad.

Mamad menegaskan bahwa Andika untuk sementara dipindah ke Bagian Perpustakaan Sekolah. Hal itu dilakukan karena berdasarkan aturan Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 20/2003 salah satu isinya mengatakan seorang guru dan dosen minimal berpendidikan Strata Satu (S1) atau Sarjana.

“Justru kami ingin Andika fokus menyelesaikan kuliah, ini bagian dari pembinaan dan Andika akan kami dukung penuh agar cepat menyelesaikan kuliahnya. Kalau sudah lulus S1, Andika akan kami proses sesuai aturan yang berlaku untuk kembali mengajar dan akan ikut serta dalam penilaian akreditasi guru. Berita soal pemecatan Andika karena curhat soal pungli tak benar dan sengaja dibesar-besarkan di medsos,” ucap Mamad.

Di sejumlah medsos banyak siswa SMAN 13 Depok yang menyayangkan dugaan tindakan pemecatan tersebut karena para siswa menilai Andika merupakan guru yang sangat ramah dan dekat dengan siswa.

Tulisan Andika yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mempertanyakan kebijakan oknum guru yang melakukan pungli pada siswa, dengan meminta uang buku, uang foto copi, bahkan juga uang gedung.

“Pak Andika adalah guru yang patut dijadikan panutan, teladan. Ia guru yang kehadirannya pantas kami perjuangkan. Kami mengajak seluruh rekan-rekan untuk meramaikan medsos dengan menulis testimoni dan kesan terhadap Pak Andika dan sistem pendidikan yang makin lari dari tujuannya dengan tagar #SavePakDika #SavePendidikanIndonesia #SMAN13Depok,” tulis seorang murid dalam akun medsosnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bidang PTK Disdik dan guru bersangkutan. (peb/gun/rep)