Agung Sugiharti Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Agung Sugiharti
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

RADAR DEPOK.COM – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok kini telah berubah nama menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Dengan tambahan bidang penyelamatan, kini dinas ini juga mengurus evakuasi pada korban bencana alam, banjir, ataupun penyelamatan warga yang tertimpa musibah. Dengan peralatan yang dimiliki diupayakan bisa digunakan dalam membantu proses penyelamatan.

“Dinas Damkar dan Penyelamatan saat ini tidak hanya menangani kebakaran semata, tetapi kami juga mengurus penyelamatan warga. Seperti kasus Ahmad Efendi beberapa waktu lalu, begitu kami menerima laporan langsung kami luncurkan tim penyelamat ke lokasi pada jam 16.15 WIB, dan sampai TKP pukul 16.32 WIB,” ujar Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Agung Sugiharti kepada Radar Depok, kemarin.

Dia berharap, karena saat ini Dinas Pemadam Kebakaran sudah bertambah tugasnya untuk penyelamatan, kedepan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan untuk menyelamatkan sesuatu bisa secara cepat menyampaikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Mudah-mudahan dengan ditambahnya satu tugas baru di Dinas Pemadam Kebakaran, bisa membantu warga yang sedang mengalami kesulitan dan butuh pertolongan tim penyelamat,” harapnya.

Ia menjelaskan dalam evakuasi beberapa waktu kemarin, nyawa korban tidak dapat tertolong karena kondisi sumur yang memiliki diameter 80 sentimeter. Kondisi lokasi yang sempit dan minim udara, serta korban juga terlalu banyak menghirup gas dalam sumur yang diduga beracun menyebabkan nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

“Petugas penyelamatan kami juga mengalami kesulitan dalam menyelamatkan korban, karena lubang sumur yang cenderung sempit. Serta mengeluarkan zat asam yang berbahaya,” ungkapnya.

Kepala Damkar dan Penyelamatan, Yayan Ariyanto menambahkan, dalam upaya penyelamatan pihaknya telah menyiapkan diri dengan beberapa peralatan yang ada. Serta petugas yang juga dikerahkan dari seluruh upt yaitu di Bojongsari, Cinere, Cipayung, Cimanggis, dan Markas Komando.

Jadi ketika ada proses penyelamatan disatu titik dan memerlukan dari wilayah lain maka akan dikerahkan. “Kalau peralatan masih yang ada, sekiranya nanti ada dibutuhkan yang baru maka akan di analisa,” tutup Yayan.(ina)