RADAR DEPOK.COM – Kemacetan yang selalu menghantui penyanggah kota seperti Kabupaten Bekasi dan Kota Depok, membuat masing-masing pemerintah Kabupaten dan Kota tersebut berembuk memecahkan persoalan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kota Depok sepakat untuk membuat tol Cimanggis-cibitung (Cimaci). Bahkan Presiden Jokowi sendiri turun tangan. Ia langsung memerintahkan para stakeholder kedua daerah itu untuk segera mempercepat pembangunan.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok, Almaini mengatakan, Pembebasan lahan pembangunan tol Cimanggis-cibitung (Cimaci) terkendala dengan anggaran.

Realisasi terakhir pembayaran uang ganti rugi lahan yang akan menjadi lintasan Tol Cimanggis- Cibitung (Cimaci) sebesar 38 persen pada tahun 2016. Dan rencananya akan dilanjutkan di tahun 2017. “Itupun juga sesuai dengan ketersediaan anggara, kami berharap sih pembebasan lahan dapat cepat rampung,” tutur mantan kepala BPN Kota Cilegon tersebut kepada Radar Depok, kemarin.

Almaini menambahkan, saat ini pembebasan lahan untuk kebutuhan tol masih berlangsung di Kota Depok. Targetnya pembebasan lahan sebanyak 28 bidang seluas 5,81 hektare dapat selesai tahun ini.  “Kami targetkan paling telat akhir tahun ini pembebasan lahannya,” ujar Almaini.

Sementara itu, kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi juga sedang merampungkan pengadaan lahan tanah yang akan menjadi lintasan Tol Cimanggis- Cibitung (Cimaci) di wilayahnya.

“Kami targetkan paling telat akhir tahun ini pembebasan lahannya sudah rampung,” ujar Kepala BPN  Kabupaten Bekasi Dirwan A Dachri.

Menurut Dachiri, progres pembebasan lahan di Tol Cimaci sudah berjalan hingga kini. Untuk pengukuran lahan yang akan dilintasi sudah mencapai 100 persen, sedangkan pembayaran ganti rugi lahan sudah berkisar 10 persen. “Pembayaran masih berjalan hingga kini,” papar dia.

Saat ini pihaknya terus melakukan musyawarah terkait bentuk dan besarnya ganti kerugian di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu. Di desa tersebut, sebanyak 249 bidang seluas 12,840 hektare tanah akan dibebaskan untuk keperluan Tol Cimaci.

Namun, pembebasan itu dilakukan setelah proses administrasi data fisik dan data yuridis serta surat pelepasan hak dan ganti wajar terselesaikan. Bahkan, besaran potensi ganti kerugian wajar sekitar Rp140,84 miliar yang dialokasikan dari pemerintah pusat. (ade)

Progres Pembangunan Tol Cimaci

Kota Depok total 28 bidang 5,81 hektare baru selesai 38 persen
Kapubaten Bekasi  sebanyak 249 bidang seluas 12,840 hektare baru selesai 10 persen
Potensi ganti kerugian wajar sekitar Rp140,84 miliar
Pembayaran terkendala dana dari Kementerian PUPR
Tol Cimaci diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan kota penyangga