Ilustrasi
yamaha-nmax
Ilustrasi

DEPOK – Terkait dengan pernyataan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang kurangnya 18 guru SMK produktif di Indonesia, menurut Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin, hal tersebut bisa diselesaikan dengan menghidupkan lagi lembaga Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

“Dengan menghidupkan lagi P4TK, bisa sesuai dengan program magang bagi guru produktif sesuai dengan kompetensi keahliannya. Dengan begitu, setidaknya bisa menambah jumlah guru produktif yang aktif di sekolah,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tatang menjelaskan, bisa juga dengan percepatan program keahlian ganda, untuk memenuhi kebutuhan guru produktif. Jadi, guru SMK boleh mengajukan alih fungsi dengan mata pelajaran yang mirip atau serumpun pembahasannya.

Misalnya, guru ekonomi bisa juga difungsikan sebagai guru produktif di akuntasi. Atau bisa juga guru komputer yang dijadikan juga sebagai guru produktif di multimedia, teknik komputer jaringan atau rekaya perangkat lunak.

“Jadi, guru tersebut mendaftar dahulu ke Kemendikbud, lalu mengikuti diklat selama setahun, sehingga mendapatkan sertifikat mata pelajaran produktif tersebut,” katanya.

Sekarang ini di SMKN 2 Depok, juga kekurangan guru produktif, dimana baru terpenuhi 50 persennya. Dimana guru produktif yang tetap ada lima guru di jurusan jasa boga, dua guru produktif di jurusan tata boga, tiga guru produktif di jurusan teknik instalasi tenaga listrik, tiga guru produktif di jurusan teknik pendingin dan tata ruang.

“Kalau di total ada 14 guru produktif di SMKN 2, dan butuhnya ada 30 guru produktif,” katanya

Sebelumnya, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, Hingga saat ini SMK masih kekurangan guru produktif, yakni sekitar 18 ribu orang. Pemerintah berupaya menutupinya dengan beberapa skenario.

Di antaranya adalah membuka akses yang luas kepada lulusan politeknik. Syaratnya mereka harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) sebelum menjadi guru.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, tidak ada larangan bagi lulusan politeknik untuk menjadi guru. Apalagi menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan jurusan kuliah di politeknik.

Pejabat yang akrab disapa Pranata itu menjelaskan di Pasal 9 UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa lulusan S1 maupun D4 bisa jadi guru.

’’Dengan catatan harus mengikuti PPG terlebih dahulu,’’ katanya, seperti diberitakan Jawa Pos (Radar Depok Grup). (peb/jpnn)