Foto: DOK.Radar Depok BERTAMBAH PETUGAS: Menghadapi musim haji tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok mulai melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya memaksimalkan pelayanan para pendaftar calon jamaah haji.
BERTAMBAH PETUGAS: Menghadapi musim haji tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok mulai melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya memaksimalkan pelayanan para pendaftar calon jamaah haji. Foto: DOK.Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Menghadapi musim haji tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok mulai melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya memaksimalkan pelayanan para pendaftar calon jamaah haji.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Depok, Supiyanto menegaskan, pascapengumuman adanya penambahan kuota haji bahwa petugas haji pun dipastikan bakal bertambah.

Berdasarkan instruksi Menteri Agama, penambahan petugas bisa dari unsur TNI dan Polri Hal ini seuai pada pengalaman ibadah haji dua tahun terakhir, di mana peran kedua institusi ini memperlancar proses ibadah haji.

“Jadi para jemaah tidak perlu khawatir,” lanjut Supiyanto kepada Radar Depok, kemarin (19/1).

Tidak hanya itu, perbaikan layanan pun akan dilakukan dalam bentuk penambahan jadwal makan bagi jamaah. Jika selama ini peserta haji mendapatkan makan sebanyak 24 kali seminggu atau tiga kali sehari, tahun 2017 ini jadwal makan ditambah menjadi 36 kali seminggu.

Baca Juga  Kebijakan Tikar Jamaah Haji Dinilai Kurang Pas

“Ini merupakan imbauan dari menteri. Karena sebelumnya, banyak keluhan mereka kesulitan mendapatkan makan untuk sarapan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah mengklaim, pengembalian kuota haji setelah adanya aksi damai 212 beberapa waktu lalu.

“Saya tidak tahu ini kebetulan atau tidak, tapi yang jelas penambahan kuota haji setelah terjadinya aksi damai 212,” ucap politisi PAN ini kepada Radar Depok.

Mengenai pembagian jamaah yang berangkat ke tanah suci, Lahmudin mengimbau Kemenag Kota Depok agar pembagiannya dilakukan secara proporsional dan adil. Hingga orang berniat ibadah bisa terlayani dengan baik. “Artinya ditentukan berdasarkan jumlah waiting list yg sangat panjang,” harapnya.

Selain itu, Lahmudin juga mengimbau kepada setiap KBIH jangan saling serobot. “Haji itu ibadah, dapatkan kursi dengan cara yang benar,” pungkas Lahmudin. (ade)

Baca Juga  Sehari Omicron Papar 2.352 Warga Depok, 161 Siswa SMA Positif