RESES: Anggota DPRD Kota Depok sedang menunaikan kewajiban reses di masyarakat
yamaha-nmax
RESES: Anggota DPRD Kota Depok sedang menunaikan kewajiban reses di masyarakat.

RADA DEPOK.COM – Hari ini, para wakil rakyat yang diduduk di DPRD Kota Depok mulai melakukan reses di tiap derah pemilihannya. Reses berlangsung tiga hari, sampai 27 Januari.

Dari kegiatan ini, Sekretariat DPRD Kota Depok menjatahkan Rp23 juta bagi tiap-tiap anggota dewan. Kepala Bidang Humas Sekretariat DPRD Kota Depok, Saifuddin Lubis mengatakan, setiap anggota dewan mendapatkan anggaran reses untuk keperluan sewa tenda dan konsumsi para konstituennya.

Anggaran sebesar itu, kata dia, maksimal untuk tamu undangan sebanyak 75 orang. “Kami hanya memfasilitasi saja,” katanya kepada Radar Depok.

Mantan Camat Beji itu menjelaskan, anggaran reses yang diberikan tidak langsung diberikan ke dewan. Melainkan dikelola oleh pihak ketiga untuk menyewa tenda dan konsumsi.

“Kegiatan akan dipertanggungjawabkan dengan membuat  Laporan Penangung Jawaban (LPJ). Biasanya laporan LPJ reses lebih dari anggaran diberikan,” katanya.

Meski laporan reses melebihi anggaran yang ditetapkan, hal itu merupakan tanggungjawab dewan itu sendiri. Karena memang sudah dianggarkan sejak disahkan di Rapat Paripurna, setelah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Depok. “Kami tidak menambahkan anggaran,” ucapnya.

Ia menuturkan, total anggota DPRD Kota Depok ada 50 orang. Jadi setiap reses dilaksanakan total anggaranya sebanyak Rp 1.150.000.000 per masa sidang reses. Sedangkan  reses itu dilaksanakan tiga kali dalam setahun untuk itu anggaran reses dewan dalam setahun sebesar Rp 3.450.000.000.

“Itu belum dipotong pajak,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariono membenarkan jika setiap usai melaksanakan reses, selalu diwajibkan membuat laporan LPJ melebih dari anggaran ditetapkan, sebesar Rp23 juta. “Dana itu hanya untuk sewa tenda dan konsumsi saja,” kata Supariono.

Dari dana reses itu, ia menilai bahwa anggaran tersebut bisa mencukupi dan juga tidak. Pasalnya ada beberapa dana reses yang tak terduga, misalkan ada konsituen yang jarak rumahnya jauh ke lokasi reses.

Kata dia, mau tidak mau ada penganti ongkos itu pun dari kocek kantong pribadi dewan. Belum lagi sambung dia, jumlah tamu undangan yang datang lebih dari 75 orang yang sudah dipastikan datang.

“Kebanyakan saat reses dewan banyak yang nombok,” ujarnya.

Ia menjekaskan pelaksaan reses merupakan tambahan dari Musrenbang yang belum diajukan. “Intinya reses itu kan datangi konsituen untuk mengali aspirasi masyarakat apa yang dibetuhkan,” katanya.

Sedangkan Musrenbang itu suatu musyawarah lalu timbullah  usulan para Ketua RT, RW dan LPM  untuk pembangunan yang secara prioritas  usulannya akan terealisasi.

“Beda sama reses,” tutupnya. (irw)