Foto: Ricky/Radar Depok MENERANGKAN : Camat Tapos, Muchsin Mawardi (Kanan) bersama staf sedang menjelaskan vertiminaponik kepada warga di Taman Barata yang ada di belakang kantor kecamatan, kemarin.
yamaha-nmax

 

MENERANGKAN : Camat Tapos, Muchsin Mawardi (Kanan) bersama staf sedang menjelaskan vertiminaponik kepada warga di Taman Barata yang ada di belakang kantor kecamatan, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

Melihat Isi Taman Barata Kecamatan Tapos

 

Menambahkan konsep taman tematik di Taman Barata yang berada di halaman belakang kantor Kecamatan Tapos. Kini taman tersebut dilengkapi dengan dua Vertiminaponik. Apa itu Vertaminaponik.

Laporan : RICKY JULIANSYAH, Radar Depok

Selepas melaksanakan tugas di ruangannya, Camat Tapos, Muchsin Mawardi menuju Taman Barata. Disana, sudah ada salah satu warga yang sedang memperhatikan konsep baru di taman tersebut.

Dengan ramah, Muchsin didampingi Staf pemerintahan Kecamatan Tapos, Sori Somantri menjelaskan konsep baru itu kepada warganya.

“Ini namanya Vertiminaponik, baru dua hari dipasang di taman,” tutur Camat.

Sirkulasi air mengeluarkan suara gemercik yang dapat membuat orang semakin rileks ketika berada di sekitar vertiminaponik milik Kecamatan Tapos. Di taman itu, ada dua vertiminaponik yang dibuat dari anggaran kecamatan.

Vertiminaponik merupakan sistem tanam yang memodifikasi sistem aquaponik. Pada sistem ini, dengan luas lahan sama dapat menghasilkan dua komuditas sekaligus, yakni sayur dan ikan.

“Budidaya sayuran secara langsung akan didukung sistem bawahnya (ikan) yang menghadilkan sisa pakan dan kotoran ikan yang mengandung unsur hara untuk tanaman,” terang Muchsin.

Sementara, lanjut Camat, media tanaman yang berada di atasnya akan menyaring air dan mempertahankan kualitas air yang berada dipenampungan air sebagai wadah untuk ikannya.

Kondisi ini akan menyebabkan kualitas air penampungan akan tetap baik, bebas dari pakan dan kotoran ikan. Sehingga akan mendorong pertumbuhan ikan menjadi baik.

“Vertiminaponik sedang tren. Memang pada dasarnya sama seperti KRPL, menggunakan lahan terbatas untuk tanaman yang bermanfaat,” kata Muchsin.

Dari sini, melengkapi konsep taman tematik yang menggambarkan potensi di wilayah Kecamatan Tapos. Ia berharap, apa yang ada di halaman kantor kecamatan dapat menjadi wahana edukasi bagi masyarakat.

“Sukur-sukur bisa diaplikasikan di rumah. Kalau ada yang berminat bisa menghubungi PPL Kecamatan Tapos untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)