Febrina/Radar Depok RAMAI : Kampung 99 Pepohonan yang berada di Meruyung, Limo dipadati pengunjung pada 31 Desember 2016 dan 1 Januari 2017.
yamaha-nmax
RAMAI: Kampung 99 Pepohonan yang berada di Meruyung, Limo dipadati pengunjung pada 31 Desember 2016 dan 1 Januari 2017. foto: Febrina/Radar Depok

DEPOK–Selama dua hari atau sedari 31 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017, jumlah pengunjung ke Kampung 99 Pepohonan mencapai 1.500 orang. Khusus di 1 Januari, karena masih libur sekolah dan cuti bersama, ada sekitar 50 keluarga yang datang. Menariknya, pengunjung yang datang tidak membeli tiket tapi hanya memberikan sodakoh.

“Akhir dan awal tahun jumlah pengunjung cukup ramai, tidak pakai beli tiket,” ujar Penanggungjawab Outbond dan Musik Kampung 99 Pepohonan, Nia Rahma kepada Radar Depok.

Nia menambahkan, pengunjung yang datang hanya memberikan sodakoh seikhlasnya kedalam kotak yang telah disediakan. Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk pelestarian alam. Sejak 2008, Kampung 99 Pepohonan terbuka untuk umum dan sudah menjadi tujuan kunjungan banyak orang.

Kampung 99 Pepohonan menyiapkan sarana yang dibutuhkan banyak orang. Dari mulai restoran, penginapan, aula pertemuan, sarana ibadah, juga berbagai permainan alami yang sengaja disiapkan.

Setiap rombongan yang berkunjung sudah termasuk goodie bag atau susu olahan Kampung 99 Pepohonan. “Bahkan untuk lebih memanjakan pengunjung yang datang ada Rumah edukasi, rumah pembelajaran bahayanya narkoba, agar generasi bangsa tidak terjerumus pada barang terlarang tersebut,” tegasnya.

Pengunjung dari Cirebon, Hendra Jaya Putra menuturkan, membawa istri dan keempat anaknya ke Kampung 99 Pepohonan sebagai salah satu mengisi libur sekolah. Anak-anak bisa wisata sekaligus edukasi di Kampung 99 Pepohonan ini.

Suasananya sejuk, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari melihat kandang sapi, kandang kambing, menyusui kambing, menggunting bulu domba, memberi makan rusa, memberi makan ikan dan juga menangkap ikan. “Kalau libur sekolah biasanya memang lebih suka wisata alam seperti ini,” tutup Hendra.(ina)