ADE/RADAR DEPOK SEMASA HIDUP : David Aditya (Kanan) dan Kakaknya Vera (Kiri) dua hari sebelum David pergi bersama teman-temannya ke Pangandaran.
yamaha-nmax
SEMASA HIDUP : David Aditya (Kanan) dan Kakaknya Vera (Kiri) dua hari sebelum David pergi bersama teman-temannya ke Pangandaran. Foto : Ade/Radar Depok

DEPOK – Tim SAR Gabungan menemukan satu dari dua korban yang hanyut di Sungai Citanduy. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (31/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan, korban ditemukan atas nama David Aditya (17).

Setelah dievakuasi, jenazah korban segera dibawa ke rumah warga Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap. Selain David, satu korban lagi Ari (19) belum ditemukan. Diketahui, mereka merupakan warga Kampung Bojonglio RT01/RW09 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong.

“Dengan ditemukan jenazah David, berarti hingga saat ini masih ada satu korban yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” kata Mulwahyono.

Selain Basarnas Pos SAR Cilacap, operasi pencarian kedua korban juga melibatkan personel Kepolisian Sektor Patimuan, Komando Rayon Militer Patimuan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Cilacap, Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI ) dan warga sekitar.

David dan Ari, dilaporkan hanyut di Sungai Citanduy yang berada di perbatasan Jateng-Jabar pada Jumat (30/12). Keduanya tercatat sebagai pelajar SMK Madani, Kota Depok.

Mereka sedang singgah di rumah Lasimin (30), Grumbul Wadasjontor RT02/RW02, Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan, Cilacap, yang merupakan saudara dari teman mereka, Gilar Prayogo (17).

David, Ari, dan Gilar menginap di rumah Lasimin sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Pangandaran, Jabar. Pada Jumat (30/12) pagi ketika Lasimin dan Gilar hendak memancing di Sungai Citanduy, David dan Ari berniat berenang di sungai itu.

Lasimin dan Gilar sudah mengingatkan David dan Ari agar tidak berenang karena arus sungai sedang deras akibat hujan lebat yang baru turun di wilayah itu. Namun, mereka tidak menghiraukannya dan tetap berenang hingga akhirnya hanyut terseret arus.

Lasimin dan Gilar yang mengetahui kejadian itu segera meninggalkan alat pancing mereka dan berupaya menolong korban namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke kepala desa setempat.

Sampai saat ini Tim SAR Gabungan masih mencari korban atas nama Ari yang belum ditemukan dan masih melakukan pencarian korban yang hilang di waduk Mrican Kabupaten Banjarnegara.

Terpisah, David Aditya (16) dikenal sebagai anak yang kalem, murah senyum dan rajin ibadah, baik di mata keluarga maupun teman-temannya.

Hal tersebut diucapkan oleh Ayahanda David, Kamidi (54), saat mengenang sang anak. Kamidi mencoba tegar dan mengikhlaskan kepergiannya yang sangat mendadak tersebut, meskipun wajah sedihnya tidak bisa ditutupi. “Dia ini anaknya baik, rajin ke masjid, kalau adzan pasti sudah siap jalan ke masjid dekat rumah,” ungkapnya.

Semasa hidupnya, Anak bontot dari tiga bersaudara ini juga merupakan anak yang penurut dan pendiam. “Anaknya jarang main, palingan teman-temannya yang sering main ke rumah sampai bermalam,” lanjut Kamidi.

Tak ada firasat apapun ketika sang anak hendak pergi ke Cilacap, namun Kamidi sempat melarang agar David tidak pergi dan merayakan tahun baru bersama keluarganya. “Tapi karena dia keukeuh mau berangkat, saya tidak bisa melarangnya, malah saya kasih uang saku,” kata Kamidi.

David berangkat Kamis (29/12) malam bersama ketiga temannya menggunakan sepeda motor. “Nggak lama setelah mereka tiba, saya telepon David dan mengingatkan agar tidak macam macam,” ungakpnya.

Vera (27) kakak kedua dari David mengaku, sangat terpukul dengan kepergian adik bungsunya. Dirinya mengakui tidak ingin bekerja lagi karena adiknya sudah tiada.

“Selama ini saya kerja untuk bantu adik, kini dia sudah tiada, untuk apa saya bekerja,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Vera, David berencana melanjutkan studinya ke Universitas Indonesia. “Saya ingin adik saya sukses di bidang akademiknya,” lanjutnya. (ade/gun/**)