Foto: Ilustrasi
yamaha-nmax
Foto: Ilustrasi

Tradisi Paros di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, selalu diadakan umat Muslim di Indonesia. Tetapi, di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari ada yang unik dalam peringatan tersebut. Dimana, ada salah satu tradisi yang disebut dengan Paros.

 

Menurut Ketua RW.03, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Suhendar, tradisi Paros selalu dilakukan warga Kecamatan Sawangan dan  Bojongsari dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Jadi, tradisi Paros tersebut warga yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi tersebut membawa makanan. Lalu makanan tersebut, dikumpulkan dalam satu ruangan. Setelah acara Maulid Nabi-nya selesai, makanan yang dikumpulkan tersebut, dibagikan lagi ke warga yang hadir.

“Tetapi, dibagikannya secara acak. Jadi, bisa jadi warga mendapatkan makanan yang bukan mereka bawa, tetapi dari warga lainnya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dia mengungkapkan, bungkus paros dahulunya menggunakan kisa, atau daun kelapa yang dirajut dan dipakaikan daun pisang sebagai alasnya. Tetapi saat ini, kebiasaan menggunakan kisa, sudah jarang dilakukan, dan berganti dengan boks kardus dan kertas minyak karena mudah didapatkan.

“Pohon kelapa dan pisang saat ini sudah jarang, apalagi lebih praktis menggunakan boks kertas. Jadi sudah banyak yang memakai boks ketimbang kisa,”  jelas Hendar.

Terpisah, Ketua LPM Kelurahan Curug, Wardana menjelaskan, Paros biasanya diisikan berbagai makanan. Biasanya isinya ada sayur kacang panjang, sepotong ikan asin, sepotong ayam dan Begana (parutan kelapa yang di goreng dengan gula merah).

“Kalau dulu kan tidak banyak  piring, makanya dicari pohon kelapa yang dianyam. Jadi kisa untuk tempat Paros dan diisi makanan khas, seperti Begana,” terang dia.

Paros menurut dia akan tetap ada. Karena kebudayaan ini tiap tahunnya dilaksanakan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan  Islam di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari.

“Walau sudah jarang yang menggunakan kisa sebagai tempat Paros. Tetapi, paros itu akan terus ada, karena sudah menjadi tradisi yang mengakar dari nenek moyang,” tutup dia. (bry)

Tentang Paros

  • Menjadi warisan nenek moyang
  • Memakai Kisa sebagai wadahnya
  • Paros merupakan hidangan wajib di acara Maulid Nabi

Isi dalam Paros

  • Sayur Kacang Panjang
  • Sepotong ikan asin
  • Sepotong ayam
  • Begana (kelapa parut yang di goreng dengan gula merah)