FERDIAN/RADAR DEPOK RAMPUNG: Camat Bojongsari, Usman Haliyana bermasa Kasi Ekbang Kecamatan Bojongsari, Widi Handayani, Lurah Dumek, Ujang Solahudin dan Anggota DPRD Kota Depok, Mad Arif pada Musrenbang Kelurahan Dumek, belum lama ini.
yamaha-nmax

 

RAMPUNG: Camat Bojongsari, Usman Haliyana bermasa Kasi Ekbang Kecamatan Bojongsari, Widi Handayani, Lurah Dumek, Ujang Solahudin dan Anggota DPRD Kota Depok, Mad Arif pada Musrenbang Kelurahan Dumek, belum lama ini. Foto: Ferdian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Beberapa usulan pembangunan yang belum terealisasi tahun lalu, menjadi catatan penting bagi LPM dan Lurah Duren Mekar (Dumek), Ujang Solahudin pada Musrenbang Kelurahan.

Menurut Ujang, di tahun 2016 ada empat titik pembangunan posyandu yang belum terealisasi. Hal itu diakibatkan belum tersedianya lahan Pembangunan Posyandu di kelurahannya.

“Permasalahan status tanah yang belum jelas, sudah kami atasi tahun ini. Dan mudah-mudahan, dapat dibangun seluruh Posyandu yang tahun lalu belum jadi,” ujar dia kepada Radar Depok, Sabtu, (21/1).

Selain itu. untuk mengawal musrenbang hingga ke tingkat Kota Depok, pihaknya telah mendelegasikan tugas pengawalan seluruh usulan musrenbang, kepada tiga orang yang ditunjuk pada pleno Musrenbang.

“Yang paling banyak terjadi, biasanya usulan yang tidak diawasi hilang di Muarenbang tingkat Kota. Karena itu harus ada yang mengawalnya,” terang mantan Kasi Trantib Kecamatan Pancoranmas tersebut.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok, Mad Arif yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku, akan memberikan setengah anggaran pokok pikiran (pokir) dewan miliknya ke Kelurahan Duren Mekar.

“Ada dana Rp700 juta yang saya berikan untuk pembangunan di Kelurahan Dumek. Dan sisanya anggaran pokir, dikelurahan lainnya,” ungkap politisi PDIP tersebut.(bry)