MEREKAM : Warga Negara Asing (WNA) harus memiliki e-ktp, namun masa berlakunya tidak seumur hidup. Foto : Febrina/Radar Depok
yamaha-nmax
MEREKAM : Warga Negara Asing (WNA) harus memiliki e-ktp, namun masa berlakunya tidak seumur hidup. Foto : Febrina/Radar Depok

DEPOK– Warga Negara Asing (WNA) kini sudah bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Namun, e-KTP WNA dibatasi waktu berdasarkan izin tinggal yang diberikan.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Depok, Diarmansyah mengatakan, Disdukcapil Kota Depok sudah sebulan ini melayani perekaman dan pencetakan e-KTP bagi WNA. Tapi, tidak semua WNA bisa memiliki, kecuali yang sudah mengantongi izin tinggal di Indonesia dari kantor Imigrasi.

“WNA yang sudah memiliki izin tinggal tetap dari Imigrasi, bisa melapor ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok di Gedung Dibaleka 2 lantai 2 untuk melakukan perekaman dan pencetakan KTP,” kata Diarmansyah, kepada Radar Depok kemarin.

Diarmansyah menambahkan, bagi WNA yang sudah memiliki KTP Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) bisa datang ke Disdukcapil untuk dilakukan perekaman agar tercatat dalam e-KTP. Karena KTP yang berlaku sekarang ialah e-KTP.

Dia menerangkan KTP yang diterbitkan untuk WNA memiliki blanko yang sama dengan KTP elektronik yang diterbitkan untuk WNI. Namun, ada beberapa perbedaan, yaitu keterangan asal warga negara dan masa berlaku. “Jika KTP yang diterbitkan untuk WNI mencantumkan masa berlaku seumur hidup, masa berlaku KTP untuk WNA disesuaikan dengan izin tinggal yang dimiliki,” ucapnya.

Kepala Seksi Kependudukan Disdukcapil, Jaka Susanta menjelaskan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan khususnya pasal 63.

Ia mengungkapkan, para WNA yang mengurus KTP elektronik di Kota Depok ini berasal dari berbagai negara. Tahun 2016 lalu terbanyak WNA dari negara Korea. Sedangkan tujuan para WNA tinggal di Depok di antaranya untuk berkeluarga, bekerja, maupun untuk belajar.

“Tahun 2016 lalu ada 735 orang yang mengurus ke kami, karena para WNA sebagian besar tinggal Depok. Tujuannya untuk sekolah, oleh karena itu kecamatan yang banyak dijadikan sasaran itu Kecamatan Beji,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, WNA yang mengurus KTP di Disdukcapil ada yang mengurus sendiri dan ada yang diurus oleh agen tempat WNA itu bekerja. Sedangkan untuk yang mahasiswa, biasa mengurus sendiri seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

Untuk memperpanjang KTP yang dipunya, para WNA ini diwajibkan juga memperpanjang Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) dari Imigrasi.

“Umumnya sih masa berlaku SKTT ini selama setahun. Jadi setelah setahun harus diperpanjang lagi baik SKTT maupun KTP-nya,” tambahnya.

Ia mengingatkan, para WNA yang bermukim di Kota Depok untuk tertib dan tepat waktu dalam mengurus administrasi kependudukan. Sebab, jika ketentuan itu dilanggar, WNA akan dikenakan sanksi denda.

“Kalau mengurus sesuai dengan waktu yang ditetapkan semuanya gratis, tidak dipungut biaya sama sekali. Tapi kalau telat berdasarkan Perda Nomor 05 tahun 2007 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan memang ada ketentuan denda yang diatur,” tutup Jaka.(ina)