Foto: Dicky/Radar Depok  JANGANDITIRU : Salah seorang pelaku, Wacin (43) tengah mempraktikkan aksinya saat mencuri kendaraan di halaman Polresta Depok, kemarin.
yamaha-nmax

 

JANGAN DITIRU : Salah seorang pelaku, Wacin (43) tengah mempraktikkan aksinya saat mencuri kendaraan di halaman Polresta Depok, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok 

RADAR DEPOK.COM – Satreskrim Polresta Depok berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan roda empat yang terjadi diwilayah Kecamatan Cimanggis. Keempat pelaku, Wacin (43), Jawir (35), Tato (28), dan Maman Suparman (29) berhasil ditingkap Polresta Depok di dua tempat berbeda yaitu Indramayu Jawa Barat, dan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, pengembangan penangkapan berasal dari laporan Sugeng Pribadi (42) yang kehilangan mobil berjenis Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor Polisi F 1720 CZ, yang terjadi pada 13 Desember 2016. Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) Polresta Depok yang dipimpin Kanit Krimum Polresta Depok Iptu Harun Rosyid melakukan pencarian.

“Kami berhasil mengamankan empat pelaku yang tertangkap di dua tempat yang berbeda, dan satu pelaku lainnya menjadi daftar pencarian orang,” ujar Firdaus kepada Radar Depok, kemarin.

Firdaus menjelaskan, keempat pelaku yang tertangkap yaitu tiga pelaku ditangkap di Indramayu, yakni Wacin (43), Jawir (35), dan Tato (28). Sedangkan Maman Suparman (29) berhasil dibekuk di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sedangkan satu orang yang tergabung dalam komplotan Haidar menjadi DPO Polresta Depok.

Firdaus mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya, komplotan pencuri tersebut membagi tugas dan peran mereka.

Wacin bersama Haidar yang menjadi DPO mencuri mobil dengan merusak kunci mobil dengan menggunakan bor, guna mematikan alarm kendaraan Wacin terlebih dahulu mematikan aki mobil dari kolong mobil sehingga alarm mobil tidak berfungsi.

Sedangkan ketiga pelaku lainnya, sambung Firdaus bertugas menjaga situasi TKP dan menunggu didalam kendaraan mereka.

Guna melakukan pencurian, komplotan tersebut membutuhkan waktu 15 hingga 30 menit, komplotan pencurian memilik kendaraan berbentuk keluarga seperti jenis Avanza. Mobil curian yang mereka dapat, dijual dengan harga sekitar Rp20 juta dengan pembagian secara merata.

“Mereka menjual kepada salah seorang penadah diwilayah Cijantung Jakarta Timur,” terang Firdaus.

Firdaus menuturkan, dari hasil pengembangan tersebut, komplotan pelaku telah menjalankan aksinya dilima tempat diwilayah Kota Depok, empat diantaranya diwilayah Kecamatan Cimanggis dan satu diwilayah Kecamatan Beji.

Selain itu, lanjut Firdaus telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu buah bor listrik dan mata bor, tiga buah kunci leter T, satu buah senjata jenis air softgun, satu kunci sok ukuran 10, tiga buah obeng, satu buah mobil pick up mitsubhisi Colt T-120 SS hitam, dan dua unit mobil jenis Daihatsu Terios dan Avanza berwarna hitam. Dari empat pelaku yang tertangkap, dua diantaranya merupakan residivis pencurian kendaraan.

“Pelaku terjerat Pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” ucap Firdaus. (dic)