Foto: Dicky/Radar Depok DILALAP API : Empat toko di Pasar Pal Jalan Raya Bogor terbakar akibat korsleting listrik, kemarin.
yamaha-nmax

 

DILALAP API : Empat toko di Pasar Pal Jalan Raya Bogor terbakar akibat korsleting listrik, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Si jago merah kembali ngamuk. Senin (30/1) dini hari, empat  toko di Pasar Pal Kecamatan Cimanggis hangus. Kuat dugaan kebakaran yang merugikan pemiliknya hingga ratusan juta tersebut akibat korsleting listrik.

Kepala Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto menjelaskan, korsleting listrik menjadi penyebab terjadinya kebakaran empat toko di Pasar Pal Jalan Raya Bogor.

Kejadian tersebut terjadi Pada Senin (30/1) pukul 00.30 WIB hingga pukul 01.30. Guna memadamkan kebakaran, dia mengarahkan delapan unit mobil Damkar kelokasi.

“Kebakaran karena korsleting listrik yang berasal dari salah satu toko di Pasar Pal Kecamatan Cimanggis,” ujar Yayan kepada Radar Depok, kemarin.

Keempat toko yang terbakar diantaranya toko tiket agen bis, warung makan pempek, toko optik, dan warung makan. Yayan memperkirakan, akibat kebakaran tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

Sementara itu, Kapolsek Cimanggis Kompol Agung mengungkapkan, dari hasil keterangan yang didapat, api muncul dari lantai dua toko optik Sasanti sehingga merembet kedua toko yakni warung makan pempek dan warung makan. Selain itu, pada saat kejadian, dua pegawai optik hampir menjadi korban kebakaran.

“Pada saat kejadian, dua pegawai optik yang tengah tertidur dapat ditengah terjadinya sehingga tidak menjadi korban kebakaran,” terang Agung.

Agung mengungkapkan, kedua karyawan optik yakni Yayan Supriyanto (35) dan Burhanudin (45) berhasil menyelamatkan diri.

Saat tertidur, keduanya merasakan suhu panas, setelah mereka sadar dan membuka rolling door, mereka melihat api telah membakar lantai dua toko yang mereka jaga dan berusaha mencoba menyelamatkan diri.

“Tidak ada korban jiwa, namun kami memperkirakan terjadi kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah,” ucap Agung. (dic)