FERDIAN/RADAR DEPOK LINGKUNGAN: Lurah Dumek, Ujang Solahudin bersama Ketua LPM , Babinsa dan Bimas Kelurahan Curug menunjukan alat pembuat lubat biopori, kemarin.

 

LINGKUNGAN: Lurah Dumek, Ujang Solahudin bersama Ketua LPM , Babinsa dan Bimas Kelurahan Curug menunjukan alat pembuat lubat biopori, kemarin. Foto: Ferdian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –  Sebanyak 50 alat pembuat biopori (resapan air, red) di Kelurahan Duren Mekar (Dumek) siap dibagikan ke 50 RT yang ada di kelurahan tersebut. Pembagian alat tersebut, kata Lurah Dumek, Ujang Salahudin bisa menjadi salah satu upaya, meminimlisir banjir yang beberapa kali terjadi di daerahnya.

“Pembagian alat pembuat biopori ini, merupakan salah satu program dari Kecamatan Bojongsari. Kelurahan selanjutnya membagikan alat tersebut kepada warga,” jelas Ujang kepada  Radar Depok.

Dia mengungkapkan, beberapa titik dikelurahannya memang kerap banjir. Karena itu, diharapkan dengan adanya alat lubang biopori ini, mampu  mengurangi atau setidaknya menghilangkan banjir yang terjadi jika hujan deras turun.

Lebih lanjut menurut Ujang, tiap satu rumah di lingkungan Kelurahan Dumek mampu memiliki lubang biopori. Dengan banyak resapan air disuatu wilayah, tentunya air hujan yang turun mampu cepat menyerap ke tanah.

“Di kami ada satu wilayah yang jika hujan lebat  turun lebih dari dua jam, maka akan banjir. Kami memiliki harapan banjir mampu diminimalisir,” terang dia.

Senada, Ketua LPM Kelurahan Dumek, Ahmad Hairul Kahfi mengungkapkanm jika tiap rumah di Kelurahan Dumek menjalankan program membuat lubang biopori yang memadai, dirinya menargetkan di tahun 2018, Dumek sudah terbebas dari banjir.

“Alat pembuat lubang biopori tidak hanya dibagikan saja. Tetapi, sosialisasi dari kelurahan untuk menggugah warga membuat lubang biopori harus digalakan,” tutup dia. (bry)