yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan, pelaksanaan pembangunan yang selama ini dilakukan panitia melalui pihak ketiga, perlu ada evaluasi. Sebab, banyak pekerjaan yang berhenti alias cut off dikarenakan tak sesuai dengan peraturan dan regulasi.

Dalam hal ini, kata dia, Badan Layanan Pemerintah terhadap Lembaga Pengadaan Secara Elektronik yang selaku kepanjangan pemerintah. harus mengedepankan kualitas pembangunanya.

“Kami sudah melakukan rapat evaluasi terkait itu, pembangunan yang diingikan pemerintah harus berkualitas,” tutur Edi kepada Radar Depok, kemarin.

Maka dari itu, lanjut dia, bila berbicara kualitas pembangunan di Kota Depok harus mengacu pada regulasi, evaluasi, aturan pada Ketentuan Presiden (Kepres) nomor 54 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Jadi dalam pengadaan pekerjaan terhadap pihak ketiga dengan penawaran terendah harus dipertangungjawabkan,” katanya.

Semua perencanaan pembangunan, kata Edi, sudah berdasarkan kajian yang dikeluarkan melalui surat Walikota. Dimana, harga bahan bangunan disesuai dengan surat tersebut seperti harga batu bata, semen, dan pasir.

“Untuk kebutuhan harus mengacu ke sana, maka keluar lah Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Oleh karena itu, pembangunan harus melihat kualitas bukan penawaran harga terendah dan administrasi yang lengkap.

Ini kan membuat pusing para pengawas di lapangan dan berdampak pada cut off pekerjaan pembangunan infrastruktur,” bebernya.

Terjadinya pembangunan yang cut off, lanjut Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, juga berdampak pada masyarakat sebagai penguna  bangunan infrastruktur. Contohnya adalah pembangunan sekolah yang harusnya selesai akhir tahun, namun belum juga rampung.

“Ini jadi menyusahkan masyarakat dalam pelayanan publik,” kata Edi.

Sebab itu, pelaksana lelang harus menguasi teknis dan administrasi. Bila hanya memahami administrasi akan kacau pembangunan di Kota Depok.

“Selama ini banyak yang dicut off, seharusnya jangan diberhentikan dan pembangunan secara kebutuhan sudah ada perencaanaan setiap penawaranya,” tandasnya. (irw)