DICKY/RADARDEPOK BRAJA : Lapangan Bintang Fajar Kelurahan Bedahan, menjadi salah satu tempat masyarakat melihat bola api yang muncul setiap menjelang tahun baru, kemarin.
BRAJA : Lapangan Bintang Fajar Kelurahan Bedahan, menjadi salah satu tempat masyarakat melihat bola api yang muncul setiap menjelang tahun baru, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

Mengupas Sejarah Nama-nama Kelurahan di Depok (109)

Fenomena bola api atau Braja yang kerap muncul setiap malam pergantian tahun di wilayah Kelurahan Bedahan, Sawangan menjadi ciri khas tersendiri. Banyak asumsi masyarakat, Braja muncul dari Situ Gugur yang menjadi perbatasan Kelurahan Bedahan dengan Kelurahan Pasir Putih.

Laporan : Dicky Agung Prihanto, Radar Depok

Setiap malam pergantian tahun, wilayah Kelurahan Bedahan dipenuhi masyarakat dari dalam maupun luar Kota Depok. Lahan kosong maupun lapangan diwilayah Kelurahan Bedahan akan terparkir ratusan kendaraan bermotor maupun mobil.

Kedatangan mereka hanya ingin melihat peristiwa fenomenal setahun sekali yang terjadi diwilayah Bedahan, yaitu peristiwa munculnya bola api yang biasa disebut Braja.

Baca Juga  Beda Racikan, Lain Rasa

Ditengah kesibukannya melayani masyarakat, Lurah Bedahan, Muhammad Sahal mengatakan, menurut penuturan orang tua dan tokoh masyarakat Bedahan, munculnya fenomena bola api atau Braja sudah terjadi sejak lama. Namun, pada sekitar 2000 semakin banyak masyarakat mendatangi wilayah Kelurahan Bedahan.

“Setiap malam tahun baru, sudah dipastikan banyak masyarakat yang datang guna melihat Braja,” ujar pria yang pernah menjabat lurah di Kelurahan Sawangan.

Sahal mengungkapkan, banyak masyarakat yang menganggap munculnya Braja dari Situ Gugur yang berada diwilayah perbatasan Kelurahan Bedahan dan Pasir Putih Kecamatan Sawangan. Anehnya, saat beberapa masyarakat mendatangi Situ Gugur tidak ada yang melihat kemunculan Braja dari permukaan bumi menuju langit. Umumnya, masyarakat melihat Braja setelah muncul diatas langit.

Baca Juga  Air Sumur Zamzam Tak Pernah Kering Meski Sudah Berumur 4.000 Tahun, Begini Penjelasan Ahli Geologi

Ada beberapa tempat yang dijadikan masyarakat melihat Braja, sambung Sahal diantaranya lapangan sepak bola Bintang Fajar dan lapangan Perigi. Namun, ada juga masyarakat melihat dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Kelurahan Pasir Putih.

Dahulunya, saat muncul masyarakat dapat melihat Braja hingga tujuh, namun pada tahun lalu hanya satu Braja yang muncul.

“Hingga saat ini belum dapat dipastikan, apakah Braja itu benar bola api atau merupakan kembang api, silahkan masyarkat menilai dan ambil sisi positifnya,” terang pria yang senang menggunakan motor klasik.

Sahal menuturkan, dengan adanya fenomena Braja menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat, salah satunya mendapatkan rezeki dengan menjual makan dan minuman. Karena, banyak masyarakat baik dari dalam maupun luar Kota Depok datang guna melihat Braja dan menjadi salah satu hiburan di akhir tahun.

Baca Juga  Tanamkan Gotong Royong, Pasar Rebo Membantu Warga

Selain itu, lanjut Sahal beberapa lahan perkarangan rumah maupun lahan kosong masyarakat dijadikan lahan parkir, sehingga menambah penghasilan masyarakat.

Dia meminta, dengan adanya fenomena Braja dapat menjadi refleksi guna mempercayai kebesaran tuhan. Bukan hanya itu saja, masyarakat dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang telah menciptakan alam semesta. (*)