Foto: Ricky/Radar Depok TAMPUNG USULAN: Suasana pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Sukamaju Baru di RM Saung Situ Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kamis (19/1).
yamaha-nmax

 

TAMPUNG USULAN: Suasana pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Sukamaju Baru di RM Saung Situ Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kamis (19/1). Foto: Ricky/Radar Depok

Musrenbang Kelurahan Sukamaju Baru

Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2017, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, melakukan seleksi ketat untuk memfilter usulan prioritas dari 15 RW dan 86 RT.

Laporan: RICKY JULIANSYAH, Radar Depok

Terbatasnya anggaran yang digelontorkan Pemkot Depok untuk pembangunan, sehingga harus jeli menentukan dan mendorong usulan prioritas pembangunan di tiap wilayah.

Kelurahan Sukamaju Baru, baru saja selesai melaksanakan Musrenbang yang dilaksanakan di RM Saung Situ Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Kamis 19 Januari yang dihadiri Camat Tapos, Danramil, perwakilan Polsek Cimanggis anggota dewan, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, FKS, Pokja, BKM, RT/RW dan tamu undangan lainnya.

“Usulan banyak yang masuk, tapi nanti difilter. Dalam arti kata untuk prioritas satu, setiap RT mengajukan, tapi kami memiliki prioritas. Di satu RW hanya tiga titik, satu prioritas dan yang tidak terserap dibawa ke Pokir anggota Dewan, makanya kami undang juga,” kata Ketua LPM Sukamaju Baru, Supriadi.

Dari keseluruhan usulan yang masuk, kata dia, sudah melalui tahapan musyawarah setelah LPM dan pihak kelurahan melakukan roadshow lebih dulu.

Dalam Musrenbang kali ini, yang paling banyak tetap usulan infrastruktur di jaling dan drainase. Namun, Supriadi mengarahkan juga untuk peningkatan ekonomi kreatif pada bidang SDM yang dialokasikan 30 persen dari pagu anggaran.

“Peningkatan ekonomi kreatif, bukan diberikan uang, tapi melalui pelatihan. Setelah itu, nanti ada pembinaan berkelanjutan di dinas. Selanjutnya bisa mendapatkan bantuan bibit atau sarana dan pra sarananya. Sebenarnya peluang di Sukamaju Baru banyak sekali potensinya, tinggal mendorong saja,” ucap Supriadi.

Lurah Sukamaju Baru, Samiya menambahkan, dari peningkatan ekonomi kreatif ini untuk meningkatkan penghasilan tambahan dan pada akhirnya menjadi penghasilan utama.

“Sebenarnya bisa dikembangkan tapi tidak dilaksanakan. Di kami budidaya ikan cukup potensial dan sudah berjalan, cuma belum kuat dan perlu bantuan penambahan modal serta pembinaan,” kata Samiya. (*)