Banu Muhammad Haidir Pengamat Ekonomi Syariah UI
yamaha-nmax
Banu Muhammad Haidir. Pengamat Ekonomi Syariah UI

RADAR DEPOK.COM – Skema ponzi merupakan skema perputaran uang yang sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan, hal tersebut diungkapkan Pengamat Ekonomi Syariah Universitas Indonesia, Banu Muhammad Haidir.

Menurut Banu, skema tersebut akan berakibat pada praktek penipuan. Karena pada prakteknya keuntungan yang didapat seseorang dalam sebuah organisasi atau lembaga marketing, dihasilkan dari orang lain yang menanamkan uangnya tanpa ada barang yang diperjualbelikan, begitu seterusnya.

“Skema ini dikenal dengan Money game, atau perputaran uang, biasanya memang penawarannya sangat menggiurkan sehingga banyak orang yang tertarik terjun kedalamnya,” tegasnya saat dihubungi Radar Depok.

Lebih jauh Banu menjelaskan, praktek money game atau skema ponzi lumrah ditemukan dalam sebuah Multilevel Marketing (MLM).  Ada beberapa MLM yang mempraktekan skema ini (ponzi), dan biasanya MLM ini tidak akan bertahan lama, karena hanya mengandalkan uang dari anggota baru, dan berujung pada tindak pidana penipuan.

Banu mencotohkan, praktek yang dilakukan oleh Pandawa Group merupakan skema ponzi, karena tidak ada perputaran barang di situ, hanya mengandalkan keuntungan yang diambil dari nasabah baru atau anggota baru.

“Buktinya sekarang nasabah tidak bisa mengambil uangnya sepenuhnya, dan tidak ada jaminan juga uangnya akan kembali,” tutur Banu.

Agar masyarakat tidak terjebak dengan skema ini, Banu mengatakan, harus ada Financial Literacy (pemahaman tentang keuangan) di masyarakat. “Dalam hal ini OJK dapat melakukannya, agar masyarakat dicerdaskan dengan baik dan buruknya mengelola keuangan, dan terpenting tidak terjebak dalam skema ponzi,” lanjutnya.

Dan terakhir untuk Pandawa Group, Banu menegaskan agar segera menangkap pemilik bisnis tersebut dan mengembalikan keuangan nasabahnya. “Bagaimanapun caranya, yang jelas itu hak orang, tak berhak dia (Nuryanto) menahannya,” tutup Banu. (ade)