RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG MEMANAS : Suasana demo dua ormas memanas saat pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, di depan Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1).
MEMANAS : Suasana demo dua ormas memanas saat pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, di depan Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1). Foto: RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG

RADAR DEPOK.COM Bandung- Dua massa dari kubu Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Front Pembela Islam (FPI) bentrok di depan Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1) sore. Kerusuhan itu usai kepolisian memeriksa Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Beruntung, pihak kepolisian dengan sigap bisa meredam massa yang sudah memanas.

Dari pantauan, kedua kubu massa yang hendak mengawal proses penyidikan terhadap Habib Rizieq Shihab dalam kasus dugaan penghinaan Pancasila. Bentrok bermula ketika massa GMBI menghadang FPI yang mencoba mendekati pintu masuk Mapolda.

Dua massa tersebut tiba-tiba saling melempar botol plastik, batu hingga balok kayu. Suasana Mapolda Jabar makin mencekam saat pihak kepolisian berusaha membubarkan kedua massa hingga menerjunkan tim pengurai massa (raimas).

Beruntung, sebelum bentrokan terjadi, pihak kepolisian berhasil mendorong massa hingga ke perempatan Gedebage. Setelah itu, polisi juga membuat barikade di Jalan Soekarno-‎Hatta menuju ke Mapolda Jabar.

Massa pro Rizieq yang berada di sebelah kiri Mapolda Jabar memadati jalur lambat dan jalur cepat Jalan Soekarno-Hatta depan Mapolda Jabar. Mereka pun berorasi menggunakan pengeras suara yang berada di atas mobil bak terbuka.

Sementara di sisi sebelah kanan Mapolda Jabar terlihat massa kontra Habib Rizieq yang terdiri dari beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Jawa Barat. Seperti massa dari FPI, massa kontra berpakaian serba hitam ini berorasi di atas mobil bak terbuka.

Pihak kepolisian pun dibuat sibuk. Bagaimana tidak, sebanyak 800 personel gabungan disiapkan untuk membentuk pagar hidup yang melintang di Jalan Mapolda Jabar. Selain itu, personel juga bersiaga di halaman Mapolda Jabar.

Hal tersebut dimaksudkan untuk membatasi dua kelompok massa yang berkumpul di gerbang sebelah barat dan timur.

“Dari Polda Jabar ada 5 SSK (500 personel), 2 SSK dari Polrestabes Bandung dan 1 SSK dari TNI,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Jabar.

Yusri menuturkan, pengamanan ini guna mengantisipasi adanya bentrok baik saat Rizieq diperiksa maupun mengantisipasi bentrokan antar massa pro dan kontra FPI.  “Kami akan menyekat sampai ini beres, sampai mereka membubarkan diri,” ujarnya.

Yusri mengatakan, pihaknya memberi batas waktu kedua kelompok itu hingga pukul 17.00 WIB. Lebih dari jam itu, kata dia, kedua kelompok massa itu harus membubarkan diri. “Kalau sampai jam 18.00 WIB masih ada di depan Polda Jabar. Kami akan bubarkan secara paksa,” ungkapnya.

Yusri menambahkan, saat pemeriksaan hanya terlapor Rizieq saja yang boleh masuk ke Mapolda Jabar. Selain Rizieq, dari tujuh penguasa hukum hanya tiga yang diperbolehkan masuk.  “Yang diperbolehkan masuk hanya tiga pengacara dengan terlapornya. Selain itu tidak boleh,” tegasnya.

Sementara itu, Habib Rizieq sendiri memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar. Dengan menggunakan mobil Mitsubishi Pajero berwarna putih, Habib tiba sekitar pukul 09.15 WIB. Selain mobil Rizieq berplat nomor B 1 FPI, Rizieq masuk melewati massa pendukungnya di gerbang sebelah kiri Mapolda Jabar.

Kendaraan yang ditumpangi Rizieq pun langsung diarahkan ke depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jabar. Rizieq yang turun dari mobil dan langsung melenggang masuk ke ruang Dit Reskrimum.

Dengan ciri khasnya, Rizieq hanya tersenyum dan menjawab singkat sambil mengepalkan tangannya ke atas saat hendak disapa oleh para awak media.

Ini pertama kalinya Rizieq datang ke Polda Jabar untuk memenuhi panggilan, sebelumnya ia mangkir pada 5 Januari 2017. Kedatangannya terkait dugaan penghinaan Pancasila yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri, ketika melakukan kegiatan di Lapangan Gasibu pada 2011.

Tudingan itu terekam dalam video yang kemudian diunggah keYoutube. Lantas kasus itu dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Oktober 2016. Kasus itu dilimpahkan ke Polda Jabar pada November 2016.

Proses pemeriksaan Rizieq pun mendapat pengawalan dari massa pendukungnya FPI. Massa pro dan kontra Rizieq yang memadati Jalan Soekarno-Hatta depan Mapolda sejak pagi hingga sore hari. (nda)