DICKY/RADARDEPOK PERIKSA : Pelaku MT, tengah diperiksa Polsek Limo terkait pencurian peralatan acara hajatan, kemarin.
yamaha-nmax
PERIKSA : Pelaku MT, tengah diperiksa Polsek Limo terkait pencurian peralatan acara hajatan, kemarin. Foto : Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Usai mendapatkan laporan terkait hilangnya peralatan hajatan. Tim Buser Polsek Limo memburu pelaku pencurian berinisial MT alias Bimo di rumah kontrakannya Jalan Susukan Gang Pertiwi, Susukan Ciracas Jakarta Timur, kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, MT telah mempraktikan aksinya sebanyak lima kali diwilayah Kota Depok dan Jakarta. Pelaku merupakan pemain tunggal saat menggasak peralatan hajatan yang juga berprofesi sebagai tukang ojek.

Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom mengatakan, pemilik Yayasan Miftahul Ulum bernama H. Muhammad merasa kaget melihat hilangnya puluhan kursi dan blower angin yang usai dia gunakan dalam kegiatan santunan anak yatim Yayasan Miftahul Ulum Jalan Yayasan II No100, RT8/8, Gandul Cinere Kota Depok, pada Selasa (27/12). Melihat kejadian tersebut dia bersama korban pemilik kursi Farah Fuadi dan pemilik blower Masino alias Usro melaporkan kejadian tersebut di Polsek Limo.

“Usai mendapatkan laporan, kami berusaha bergerak cepat memburu pelaku pencurian peralatan hajatan,” ujar Imran kepada Radar Depok, kemarin.

Imran menjelaskan, berkat rekaman CCTV pihaknya berusaha mengembangkan laporan tersebut. Dari hasil rekaman CCTV, terlihat pelaku menjalankan askinya secara sendiri dengan mengangkut kursi dan blower angin ke dalam mobil pick up sewaan. Pelaku menjalankan aksinya sekitar pukul 02.00. Namun sebelumnya, pelaku sudah memantau TKP sekitar pukul 23.00, hal itu terlihat dari rekaman CCTV berdurasi 15 menit.

Imran mengungkapkan, dengan menggunakan mobil sewaan Rp300 ribu permalam, 90 kursi dan dua blower dibawa pelaku ke rumah kontrakannya di Jalan Susukan Gang Pertiwi, Susukan Ciracas Jakarta Timur. Sebelum menjual kursi, pelaku menghapus nama pemilik kursi dengan menggunakan cairan tinner. “Sebagian kursi telah dijual pelaku dengan sebelumnya dihapus nama pemilik kursi,” terang imran.

Imran membeberkan, pelaku telah menjual kursi 23 kursi perkusi seharga Rp90 ribu. Sedangkan 32 kursi dijual dalam bentuk kerangkan dengan harga Rp70 ribu perkerangka. Serta dua buah bowler angin dijual dengan harga Rp2,1 juta dengan total keseluruhan Rp6.950.000. Semua barang tersebut dijual pelaku di pedagang kaki lima diwilayah Manggarai Jakarta Timur.

Dari hasil keterangan pelaku, lanjut Imran hasil penjualan barang curian telah digunakan untuk plesiran ke kampung halaman dan guna kebutuhan hidupnya. Selain itu, pelaku telah menjalankan aksinya sebanyak lima kali. Diantaranya dua diaerah Cinere, dan tiga diwilayah Jakarta.

Dia memperkirakan, atas aksinya tersebut total kerugian korban sekitar Rp30 juta. “Saat ini, kami telah menyita 32 buah kerangka kursi dan dua unit blower hasil penggeledahan di rumah kontrakan pelaku, guna dijadikan sebagai barang bukti,” ucap Imran. (dic)