RETNO/RADARDEPOK PEMBINAAN: Pengamat Kebijakan Publik, Jeanne Noveline Tedja bersama Lurah Kemiri Muka, Ramdani usai kegiatan pembinaan Kelurahan Layak Anak.
yamaha-nmax

 

PEMBINAAN: Pengamat Kebijakan Publik, Jeanne Noveline Tedja bersama Lurah Kemiri Muka, Ramdani usai kegiatan pembinaan Kelurahan Layak Anak. Foto : Retno/Radar Depok

Pembinaan Kelurahan Layak Anak di Kemiri Muka

Anak adalah masa depan bangsa. Namun, sering tidak disadari, kondisi anak yang rentan baik secara fisik maupun mental sangat membutuhkan perlindungan. Untuk itu, pemahaman mengenai kebijakan Kota Layak Anak secara menyeluruh, harus juga diperoleh hingga ke kelurahan. Agar dapat menjadi latar belakang pembentukan Kelurahan Layak Anak.

Laporan: RETNO YULIANTI

Dalam kegiatan Pembinaan Kelurahan Layak Anak yang digagas oleh Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Pengamat Kebijakan Publik, Jeanne Noveline Tedja yang merupakan narasumber kegiatan, mengatakan, memberikan pemahaman mengenai kebijakan Kota Layak Anak secara umum dan latar belakang diperlukannya pembentukan Kelurahan Layak Anak.

“Output dari kegiatan tersebut (pembinaan) adalah dibentuknya Gugus Tugas Kelurahan Layak Anak yang terdiri dari Lurah (Pembina), Sekretaris Lurah (Ketua), Ketua LPM (Wakil Ketua), serta melibatkan seluruh unsur masyarakat,” kata Nane –sapaannya- kepada Radar Depok.

Lebih lanjut, dia menuturkan, yang terpenting masyarakat dan kelurahan sepakat dahulu dan mempunyai kesadaran tentang Kelurahan Layak Anak. Lalu, membentuk Gugus Tugas. Kemudian, mendata dan menganalisis masalah anak di kelurahannya masing-masing.

“Setelah itu, merencanakan kegiatan-kegiatan pemenuhan hak anak dan penanggulangan masalah yang ada. Jadi, rencana aksi, lalu tahap pelaksanaan, kemudian evaluasi,” ujarnya.

Nane pun berharap, dengan terbentuknya Kelurahan Layak Anak, semakin banyak masyarakat memahami dan menyadari pentingnya memenuhi hak-hak anak untuk mencegah masalah anak terjadi. Misalnya seperti tindak kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan diskriminasi.

“Jangan tunggu sampai ada kasus kekerasan terhadap anak atau kasus lainnya dulu. Jadi, mencegah lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Kemiri Muka, Ramdani mengungkapkan, dengan terbentuknya kelurahan Layak Anak diharapkan, warga dan pemerintah bersama-sama menghormati, menjamin dan memenuhi hak-hak anak dapat

“Dalam hal ini seluruh unsur tokoh masyarakat dan dunia usaha harus ada keterlibatannya,” tandasnya. (*)