IST/RADARDEPOK PATROLI: Para anggota Komunitas Anak Ciliwung Pondok Cina-Depok (Kancil) melakukan patroli dengan menggunakan ban dalam beberapa waktu lalu.
yamaha-nmax

 

PATROLI: Para anggota Komunitas Anak Ciliwung Pondok Cina-Depok (Kancil) melakukan patroli dengan menggunakan ban dalam beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa/Radar Depok

Kancil Patroli Sampah di Sungai Ciliwung

Bermula dari rasa keprihatinan terhadap kondisi Sungai Ciliwung, Komunitas Anak Ciliwung Pondok Cina-Depok (Kancil) melakukan patroli Sungai Ciliwung dengan menggunakan enam unit ban dalam. Hal ini rutin dilakukan Kancil, demi kelestarian lingkungan dan ekosistem di Sungai Ciliwung.

Laporan: RETNO YULIANTI

Pembina Komunitas Anak Ciliwung Pondok Cina-Depok (Kancil), Sahrizal mengatakan, dari patroli rekan-rekan Kancil menggunakan ban di sepanjang Sungai Ciliwung, ditemukan masih banyak sampah yang dibuang masyarakat ke Sungai Ciliwung. Kondisi tersebut, sangat memprihatinkan untuk pelestarian lingkungan.

“Jadi masih banyak yang buang sampah dibantaran Sungai Ciliwung. Itu disebabkan di wilayah kami (Pondok Cina) belum ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS),” kata Sahrizal kepada Radar Depok didampingi Ketua Kancil Susanto.

Lebih lanjut, ungkapnya, banyak juga yang membuat bangunan dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Akibatnya, banyak masyarakat bantaran yang kebanjiran, bila dimusim penghujan.

Ini tentunya menjadi bahan untuk penataan kembali oleh pemerintah tentang pemukiman. Terkadang permasalahan lingkungan yang didera masyarakat, disebabkan oleh masyarakatnya itu sendiri.

“Kami akan terus melakukan patroli kebersihan di Sungai Ciliwung. Ibaratnya kami akan terus lakukan sampai ruh pisah dari jasad kami,” ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya membersihkan Sungai Ciliwung atas dasar kepedulian terhadap lingkungan. Untuk itu, pihaknya melakukan kerja-kerja sosial dan tidak ada yang digaji. “Intinya kami puas bila lingkungan kami bersih dan asri,” tandasnya.(*)