RETNO/RADARDEPOK KEKOMPAKAN: Kekompakan para nasabah Bank Sampah Keranjang Berlian di Parung Bingung RT 04/13, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

 

KEKOMPAKAN: Kekompakan para nasabah Bank Sampah Keranjang Berlian di Parung Bingung RT 04/13, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas. Foto: Retno/Radar Depok

Keaktifan Bank Sampah Keranjang Berlian

Untuk mewujudkan lingkungan bersih, indah dan sehat di, maka lingkungan di RT 04/13, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas membentuk bank sampah. Hal tersebut merupakan, wujud pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah, yang semula tidak bermanfaat menjadi manfaat melalui bank sampah.

Laporan: RETNO YULIANTI, Radar Depok

Direktur Bank Sampah Keranjang Berlian, Sumini mengatakan, bank sampahnya berdiri sejak 2015. Sampai sekarang sudah sudah ada 68 orang yang menjadi nasabah Bank Sampah Keranjang Berlian.

Keberadaan bank sampah, tidak hanya sekedar untuk lingkungan semata. Tetapi, juga berdampak pada kesejahteraan anggotanya. Dimana, aset rata-rata yang diperoleh per tahun dari penjualan sampah mencapai Rp 8 juta.

“Dana digunakan untuk kegiatan sosial, seperti santunan dan hiburan berupa hiburan untuk seluruh nasabah bank sampah Keranjang Berlian,” kata Sumini.

Lebih lanjut, ungkapnya, untuk kegiatan sosial yang dilakukan, berupa santunan yatim dan duafa di wilayah RW 13, Kelurahan Rangkapanjaya Baru. Dia menceritakan, awal berdirinya bank sampah hanya sekedar ikut-ikutan saja. Tetapi, lama-kelamaan hasilnya lumayan baik, sampai pernah dua kali melakukan jalan-jalan gratis untuk semua nasabah.

“Hingga kini, bank sampah Keranjang Berlian terus mengalami kemajuan dan jumlah nasabah terus bertambah serta pendapatan juga meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW 13, Matalih menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi keberadaan bank sampah tersebut. Dikatakannya, dengan adanya bank sampah Keranjang Berlian, dapat menghasilkan berbagai kerajinan yang bernilai terbuat dari sampah.

“Kami sangat mengapresiasi bank sampah yang dikelola ibu-ibu di tiap RT. Sekarang di tiap RT, ada bank sampah dan hingga sekarang masih berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)