NAIK TURUN : Harga cabai tidak stabil, membuat resah sejumlah pedagang di Kota Depok, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK
yamaha-nmax
NAIK TURUN : Harga cabai tidak stabil, membuat resah sejumlah pedagang di Kota Depok, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK

DEPOK– Tak menentunya harga cabai dipasaran membuat resah pedagang, disejumlah pasar Kota Depok. Pedagang cabai di Pasar Kemirimuka dan Pasar Agung misalnya, mereka mengaku mengalami kerugian akibat harga cabai tidak stabil, kemarin.

Salah satu pedagang cabai Pasar Kemirimuka, Suwarni mengatakan, tidak menentunya harga cabai sudah terjadi sejak Natal hingga saat ini.

Menurutnya, naik turunnya harga cabai tidak dapat diprediksi, sehingga dia merasa bingung saat menjual cabai kepada langganan maupun pembeli.

“Harga cabai membuat kami resah, karena naik turun harga cabai tidak dapat kami perhitungkan,” ujar Suwarni kepada Radar Depok, kemarin.

Suwarni menjelaskan, sebagian jenis harga cabai mengalami penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya, hanya harga cabai merah yang mengalami kenaikan hingga Rp10.000 per kilogram.

Dikios miliknya, harga cabai merah dijual Rp50.000/Kilogram yang sebelumnya Rp40.000, sedangkan harga cabai yang mengalami penurunan diantaranya cabai rawit merah Rp120.000/kilogram sebelumnya Rp140.000/kilogram, cabai rawit hijau Rp80.000 sebelumnya Rp90.000, dan harga cabai hijau masih stabil sekitar Rp30.000/kilogram.

Apabila Pemerintah Pusat maupun Pemkot Depok tidak dapat mengendalikan harga cabai dipasaran, dapat merugikan pedagang cabai seperti da. Dia menilai, dengan tidak stabilnya harga cabai membuat dia merasa rugi dan akan kehilangan konsumen.

Senada diutarakan pedagang cabai Pasar Agung Sukmajaya, Anwar mengungkapkan, tidak menentunya harga cabai, dia harus menjual cabai dengan harga murah dibandingkan saat dia membeli cabai di Pasar Induk.

Saat dia membeli cabai di pasar induk Kramat Jati dalam jumlah besar, namun saat dia menjual di pasar, ternyata harga cabai sudah turun. Sehingga mau tidak mau dia harus mengikuti harga pasar.

“Saya mengalami kerugian mencapai Rp20.000/kilogram, karena saat membeli di Pasar Induk harga naik, saat dijual ke konsumen harga cabai menurun,” terang Anwar.

Anwar mengatakan, harga cabai yang mengalami penurunan adalah cabai rawit merah dan hijau. Dia menjual cabai rawit merah Rp125.000/kilogram dan cabai rawit hijau Rp85.000, sedangkan dua hari yang lalu cabai rawit merah Rp145.000/kilogram dan cabai rawit hijau Rp95.000. sedangkan harga cabai hijau tetap stabil Rp35.000.

Guna membantu pedagang cabai, sambung Anwar, Pemkot Depok turun langsung kesejumlah tempat pemasok cabai di seluruh pasar di Kota Depok. Dengan melakukan hal tersebut, pemerintah akan mengetahui kendala yang terjadi dengan tidak menentunya harga cabai.

“Selain itu, Pemkot Depok dapat mencari solusi guna harga cabai tetap stabil dan tidak merugikan pedagang pasar,” ucap Anwar. (dic)

Naik Turun Harga Cabai

Tidak menentunya harga cabai sudah terjadi sejak Natal hingga saat ini
Harga cabai merah Rp50.000/Kilogram sebelumnya Rp40.000/Kilogram,
Cabai rawit merah Rp120.000/Kilogram sebelumnya Rp140.000/kilogram
Cabai rawit hijau Rp80.000 sebelumnya Rp90.000/kilogram
Cabai hijau masih stabil sekitar Rp30.000/kilogram.
Tidak menentunya harga cabai pedagang merasa dirugikan
Pemkot harus mencari solusi dalam mengatasi harga cabai