RETNO/RADARDEPOK ARENA BERMAIN ANAK: Tempat bermain anak yaitu mangkok putar, yang berada di atas pendestrian dekat Halte Pondok Cina di Jalan Margonda Raya.
yamaha-nmax

 

ARENA BERMAIN ANAK: Tempat bermain anak yaitu mangkok putar, yang berada di atas pendestrian dekat Halte Pondok Cina di Jalan Margonda Raya. Foto: Retno/Radar Depok

PONDOK CINA- Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, kemungkinan tempat bermain yang berada di Halte Pondok Cina di Jalan Margonda Raya, akan dicopot dan dipindahkan ke tempat lain, yang sekiranya bisa lebih aman.

“Dicopot, lalu dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk anak-anak bermain di kawasan Pondok Cina,” ucapnya kepada Radar Depok.

Pradi menuturkan, solusi yang diinginkannya tersebut, tetapi belum didiskusikan dahulu dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok yang merupakan pemasang dari tempat bermain tersebut.

Pasalnya, rencana untuk mengevaluasi tempat bermain tersebut bersama Dishub Kota Depok, kemarin, urung dilakukan. Pasalnya, dirinya harus mendampingi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansi yang berkunjung ke Kota Depok.

“Saya harus mendampingi Ibu Menteri dalam peluncuran program elektronik warung gotong royong kelompok usaha bersama (E-Warong Kube), jadi belum adanya pembahasan terkait arena bermain anak di dekat Halte Pondok Cina,” katanya.

Pradi mengakui, kalau tempat bermain di Halte Pondok Cina yang juga berlokasi dekat dengan SDN Pondok Cina 1 tersebut berbahaya. Karena, berada di jalan protokol Kota Depok, yakni Jalan Margonda Raya

“Saya belum berdiskusi dengan Dishub. Senin ini agenda kegiatan masih padat, karena harus mendapingi Ibu Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa,”kata Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

Meski begitu, pihaknya menegaskan, bahwa akan segera melakukan pembicaraan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait arena bermain anak di Halte Pondok Cina.

Karena, dirinya mengakui bahwa keberadaan arena bermain tersebut dapat membahayakan anak, karena berasa di pinggir Jalan Protokol Margonda Raya.

“Kalau Pemkot Depok tidak segera membongkar sarana bermain tersebut, artinya Pemkot tidak mengutamakan keselamatan anak,”jelasnya.

Selain berbahaya karena banyaknya laju kendaraan, tempat bermain yang berupa mangkok putar tersebut, juga telah memakan pendestrian jalan. Sehingga, menggangu pejalan kaki. Jadi, keluar dari fungsi sebenarnya pendestrian jalan tersebut.

“Menurut saya pembongkaran sarana bermain tersebut harus dilakukan segera. Tidak perlu evaluasi lama. Jangan sampai menunggu jatuh korban baru dibongkar. Initinya kita harus mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” tegasnya.

Nane yang dulu sempat menjadi Ketua Panitia Khusus Perda Kota Layak Anak (KLA) DPRD Kota Depok, saat masih menjabat sebagai anggota legislatif tersebut menambahkan, konsep Kota Layak Anak itu adalah pemenuhan hak anak.

Jadi anak berhak atas sarana bermain yang aman. Jadi, pemberian wadah bermain anak, tidak hanya sekedar ada saja, tetapi juga estetika dan keamanannya jadi perhitungan juga.

“Pemenuhan hak anak itu kan sebagai intervensi preventive terhadap masalah anak,” tandasnya. (ret)