Febrina/Radar Depok BERAGAM : Belimbing Island mampu memnproduksi sekitar 100 ribu produk kosmetik berbahan dasar belimbing.
yamaha-nmax

 

BERAGAM : Belimbing Island mampu memnproduksi sekitar 100 ribu produk kosmetik berbahan dasar belimbing. Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Belimbing  dewi ternyata tidak hanya memiliki rasa yang manis dengan kasiat vitamin yang banyak. Tapi, juga memiliki potensi untuk dijadikan bahan dasar kosmetik. Pengolahan kosmetik berbahan dasar belimbing ini diberi nama Belimbing Island dan produksinya dilakukan di Jalan Tongkol Raya, Sukatani, Tapos, Depok.

Dalam pengolahan belimbing melibatkan warga untuk aktif berperan serta sehingga menjadi manusia yang produktif. Produk kosmetik tersebut diberi nama dengan brand Belimbing Island. Jenis produknya antara lain pasta gigi, shampoo, sabun wajah, hair care, toner, serum dan lainnya.

“Pengolahan ini juga melibatkan unsur pemerintah dan organisasi-organisasi pendukung lainnya. Pemerintah membantu standarisasi bahan baku buah belimbing, proses ekstraksinya, serta promosinya,” jelas Komisaris PT Belimbing Island, Wahyudi Setiawan.

Wahyudi menambahkan, untuk khasiat produk, ia juga tidak main-main. Karena itu, ia menggandeng akademisi untuk mengecek keamanan dan kelayakan produk dari sisi kesehatan. Sedangkan untuk bahan baku juga bekerjasama dengan petani belimbing yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Dengan begitu, petani yang tergabung di KTNA akan lebih mudah memasarkan hasil panennya.

“Kita sudah melaksanakan MoU dengan Universitas Indonesia, khususnya Fakultas Farmasi beserta Lab Fitokimianya, serta Departemen Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB),” tuturnya.

PT Belimbing Island mampu memproduksi sekitar 100.000 kemasan berbagai jenis produk kosmetik dari bahan belimbing Depok tersebut. Sejauh ini produk yang kami kembangkan banyak diminati oleh kalangan ibu-ibu.

Guna menggenjot produksi, pihaknya berkomitmen memberdayakan petani belimbing Depok untuk terus memasok belimbing sebagai bahan kosmetik yang dikembangkan hasil kerja sama dengan Universitas Indonesia tersebut.

“Jumlah pelaku usaha kecil menengah sektor kosmetik di Indonesia dinilai masih ketinggalan ketimbang negara tetangga yang lebih dominan,” tutupnya.(ina)