ADE/RADAR DEPOK ILEGAL: Perumahan Cordova yang sedang dalam proses pembangunan dinilai bermasalah oleh Ketua LPM Kelurahan Cilodong, karena belum memiliki IMB.
yamaha-nmax

 

ILEGAL: Perumahan Cordova yang sedang dalam proses pembangunan dinilai bermasalah oleh Ketua LPM Kelurahan Cilodong, karena belum memiliki IMB. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pembangunan Perumahan Cordova di Kelurahan/Kecamatan Cilodong, dikritik Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cilodong, Usman Balau.

Usman menuding jika Perumahan Cordova illegal, karena tidak dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Setahu saya izinnya belum ada, tetapi pembangunan terus berjalan,” kata Usman kepada Radar Depok.

Menurut dia pembangunan Perumahan Cordova telah berjalan kurang lebih satu tahun. Usman beranggapan jika telah dibangun kurang lebih satu tahun tidak mungkin pengembang masih mengurus proses IMB.

“Kalau pun alasannya IMB-nya sedang diurus, kok sampai sekarang belum selesai,” katanya.

Usman memberikan waktu kepada pengembang untuk menyelesaikan perizinan hingga akhir bulan ini. Jika perizinan belum diurus juga, Usman akan memanggil manajemen Cordova untuk menegurnya.

“Apalagi sampai sekarang manajemen belum pernah bersosialisasi dengan warga, karena kan yang sekarang manajemennya baru,” kata Usman.

Pembangunan Perumahan Cordova sudah mengalami dua kali pergantian manajemen. Pertama oleh PT. Cordova, dan per Juli 2016 manajemen dialihkan kepada PT. Orchid.

“Kalau mengenai perpindahan manajemen saya kurang tahu. Yang pasti, siapa pun manajemennya harus urus izin,” tegas Usman.

Menanggapi persoalan ini, salah satu perwakilan PT. Orchid, Saiful, mengatakan jika pihaknya sedang mengurus IMB ke Pemkot Depok.

“Saya kurang tahu karena itu (urusan) manajemen. Saya hanya pengawas di lapangan. Tapi setahu saya sih sedang diurus,” kata Saiful di lokasi proyek pembangunan.

Saiful mengaku tidak tahu-menahu mengenai proses perizinan yang sedang dilakukan manajemen. “Intinya saya hanya mengawasi pekerjaan di lapangan. Kalau izin ada bagiannya lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cilodong, Mulyadi, mengatakan telah memberikan kelonggaran kepada PT. Orchid untuk menyelesaikan perizinan hingga akhir Januari 2017. Jika tidak, Mulyadi akan memanggil pihak manajemen.

“Saya berikan kesempatan untuk PT. Orchid hingga akhir bulan ini. Kalau nggak (izin diurus), maka saya akan panggil pihak manajemennya,” kata Mulyadi. (ade)