Foto: Febrina/Radar Depok UPAYA HENTI JANTUNG : RSJD Cinere menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung, khususnya kasus henti jantung mendadak.
yamaha-nmax

 

UPAYA HENTI JANTUNG : RSJD Cinere menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung, khususnya kasus henti jantung mendadak. Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Rumah Sakit Jantung Diagram (RSJD) Cinere menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung, khususnya kasus henti jantung mendadak, belum lama ini. Kasus henti jantung bisa diupayakan, namun rosentase tingkat keberhasilannya sangat rendah.

Menurut, dokter spesialis Jantung di RSJD Jeffry Wirianto. FIHA mengatakan pada dasarnya penanggulangan Henti Jantung Mendadak bagi pasien atau penderita gangguan jantung masih bisa diupayakan. Hanya saja prosentase tingkat keberhasilan nya sangat rendah.

Ini disebabkan, sambungnya terjadi beberapa faktor diantarnya ketersediaan waktu penanganan yang sangat singkat. Serta keterbatasan peralatan saat menanggulangi pasien dalam kondisi darurat. Proses terjadinya henti jantung begitu cepat dan umumnya kejadian yang menimpa pasien atau penderita telat terdeteksi.

“Itu karena tidak ada yang menyaksikan saat kejadian. Selain itu perlu diketahui tidak semua orang bahkan para petugas medis maupun paramedis memiliki kemampuan menilai Denyutan Nadi Karotis dalam keadaan emergensi,” ungkap Jeffry.

Kasus Henti Jantung Mendadak pada umumnya didahului beberapa gejala awal. Seperti pingsan, pandangan gelap, kepala pusing, nyeri dada, sesak napas, lemas dan muntah namun kata dia bisa juga terjadi tanpa ada gejala awal. Upaya pencegahan Henti Jantung mendadak dengan cara mengatur pola makan sehat, olah raga teratur, dan stop merokok.

“Lebih baik sehat ketimbang mengobati, karena dalam fase pengobatan, dibutuhkan obat obatan dan penggunaan alat yang harganya sangat mahal,” tandasnya. (ina)