Foto: Ricky/Radar Depok SEMBAHYANG : Rohaniwan memimpin ibadah malam di Litang Harmoni Kehidupan di RT01/06 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Jumat (27/1) malam.
yamaha-nmax

 

SEMBAHYANG : Rohaniwan memimpin ibadah malam di Litang Harmoni Kehidupan di RT01/06 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Jumat (27/1) malam. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di Litang Harmoni Kehidupan, RT01/06 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, berlangsung meriah. Ratusan warga keturunan Tionghoa yang menganut agama Konghuchu melaksanakan kegiatan ibadah atau kebaktian sejak, Jumat (27/1) malam. Rangkaian kegiatan di tahun Ayam Api ini juga menampilkan atraksi barongsai yang menjadi tontotan masyarakat sekitar, Sabtu (28/1).

Perayaan Imlek di Litang tersebut berlangsung aman dan kondusif berkat kerjasama dan toleransi dari pihak keamanan dan masyarakat di lingkungan sekitar. Tampak hadir dalam pengamanan kegiatan di lokasi Kapolsek Cimanggis, Danramil Cimanggis, organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.

Rohaniwan Konghucu Makin Cimanggis, Wanse Mulyadi menjelaskan, tema kali ini seluruh Indonesia dari pusat hingga daerah sama, yakni Seorang berbudi luhur itu tangkas dalam bekerja, tapi sedikit berbicara. Dari sini berharap untuk membangun bangsa dan negara harus lebih banyak bekerja serta berkarya.

“Tidak hanya kita berbicara, tapi bagaimana mewujudkan apa yang dicita-citakan bersama, seperti menjadikan masyarakat ini lebih baik dan sejahtera,” tuturnya

Kegiatan sudah dimulai seminggu sebelum imlek, secara rutin tiap tahun diadakan dengan cara bakti sosial, seperti membagi sembako kepada lingkungan umat yang membutuhkan. “Itu kami dapatkan dari donatur.

Tahun ini kami dapat 300 paket sembako. Kami juga membagi angpao agar mereka bisa merayakan imlek ini. Karena tidak semua umat kita kemampuan ekonominya mapan, jadi perlu kita bantu mereka,” terangnya.

Total jemaah di Litang Harmoni Kehidupan, lanjut dia, sekitar 3.000-an yang tersebar dari Cimanggis, Tapos, perbatasan Jakarta Timur. Dia menambahkan, toleransi antar umat beragama di wilayah Litang Harmoni Kehidupan berjalan baik, karena di belakang Litang lebih banyak muslim, kemudian ada musala serta masjid.

“Sejauh ini sejak merayakan imlek dan majelis ini didirikan tahun 1963, kami tidak ada masalah. Bahkan, mereka mendukung dan membantu pengamanan saat pelaksanaan imlek,” Pungkasnya.

Pensupport Kegiatan, Yudi Setiawan mengatakan, dirinya membantu saudara di sini, walupun beragama lain dantidak tinggal di sini, tapi dirinya turut berpartisipasi dan membantu dalam perayaan Imlek di Litang Harmoni Kehidupan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan dan ormas yang telah membantu serta berpartisipasi dalam mengawal kegiatan di Litang Harmoni Kehidupan selama ini, seperti dari Polsek Cimanggis, Koramil Cimanggis, Pemuda Pancasila dan FKPPI.

“Bahkan Kapolsek dan Danramil meninjau langsung saat pelaksanaan sembahyang malam hari (Jumat 27/1),” tutur Yudi yang juga tokoh pemuda setempat.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua RT01/06 dan masyarakat setempat yang sangat toleransi dalam kehidupan beragama. “Adanya Litang ini berkat jasa pak Edi dan masyarakat sini. Alhamdulillah, di sini luar biasa kehidupan toleransi beragamannya,” ucap Yudi.

Ketua PP PAC Cimanggis, Budi Jagal mengatakan, pihaknya membantu pengamanan karena Lintang Harmoni Kehiddupan berada di wilayah PP PAC Cimanggis. Terlebih, pengurus Lintang Harmoni Kehidupan menjalin komunikasi yang baik dengan pihaknya dan juga masyarakat setempat.

“Dari sini kami wajib mengamankan jalannya kegiatan agar kondusif. Memang tiap tahun kami membantu, bukan hanya PP saja, FKPPI juga urut membantu,” tutur Budi.

Ketua RT01/06, Edi Supardi mengatakan, selama menjadi ketua RT sebanyak sembilan periode, pengurus Litang dan jamaat dengan masyarakat sekitar saling membaur dan toleransi umat beragamanya juga sangat baik.

“Selama saya menjadi Ketua RT sembilan periode, bahkan dari orang tua saya 20 tahun menjadi RT, (Alm) bapak Abdurrahman, tidak masalah, saat pembangunan rumah ibadahnya (Litang Harmoni Kehidupan) pun saya berpartisipasi,” tutur Edi.

Dia mengkisahkan, saat mau dibangun Litang, dirinya yang mengkoordinir tokoh ulama sekitar dan tokoh konghucu untuk mengadakan musyawarah.

“Alhamdulillah tidak mempersalahkan, saya bawa tokoh konghucu dan mereka menjabarkan rencanannya serta meminta izin lingkungan pak Kyai (Kyai H. Makmur Murod) sendiri yang tandatangan lebih dulu. Setelah dapat restu dari pak Kyai Alhamdulillah masyarakat tidak masalah dan selama ini baik-baik saja,” pungkasnya. (cky)